Menariknya, kondisi awal planet ini disebut memiliki kemiripan dengan fase awal Bumi dan Mars miliaran tahun lalu.
Karena itu, mempelajari L 98-59 d diyakini dapat membantu ilmuwan memahami proses pembentukan planet di alam semesta.
Profesor Raymond Pierrehumbert dari Universitas Oxford mengatakan teknologi simulasi modern kini memungkinkan ilmuwan menelusuri sejarah planet yang berada sangat jauh dari Bumi.
Dengan data massa, ukuran, dan komposisi atmosfer, para peneliti dapat merekonstruksi kondisi bagian dalam planet secara detail.
Ke depan, para ilmuwan berencana mengembangkan penelitian menggunakan data dari misi luar angkasa berikutnya untuk menemukan lebih banyak jenis planet baru di luar Tata Surya.
Penemuan L 98-59 d pun memperlihatkan bahwa keragaman planet di galaksi jauh lebih luas dibandingkan yang selama ini diperkirakan para astronom. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.