Sibolga, Sinata.id – Peristiwa dugaan keracunan setelah mengonsumsi mi tek-tek di Kota Sibolga, menjadi perbincangan di media sosial pada Kamis (5/3/2026).
Sejumlah warga, terutama anak-anak, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan tersebut.
Para korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Sibolga untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami keluhan kesehatan.
Berdasarkan keterangan warga, seorang orang tua korban berinisial HMS mengatakan bahwa mi tek-tek tersebut dibeli sekitar pukul 09.00 WIB untuk kedua anaknya. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, anak-anaknya mulai menunjukkan gejala seperti muntah-muntah, pusing, wajah pucat, serta tubuh terasa lemas.
Keluhan Serupa Dialami Warga Lain
Keluhan serupa juga dialami warga lainnya berinisial AHR. Ia mengaku mulai merasakan mual dan sakit perut sekitar dua jam setelah mengonsumsi mi tek-tek dari warung yang sama.
Peristiwa tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena sebagian korban merupakan anak-anak.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Menanggapi kejadian itu, jajaran Polres Sibolga melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) langsung melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi lokasi kejadian.
“Kami sudah menerima laporan tersebut. Tim dari Satreskrim Polres Sibolga telah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan awal dari sejumlah pihak,” ujar KBO Satreskrim Polres Sibolga, IPDA Erwin Siahaan, Jumat (6/3/2026).
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Sibolga untuk mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium guna dilakukan pengujian lebih lanjut.
Adapun langkah yang telah dilakukan polisi antara lain mengecek langsung warung mi tek-tek yang diduga menjadi sumber makanan, mendata korban yang mengalami gejala keracunan dan menjalani perawatan di rumah sakit, serta mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut. (benny)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.