MENU
Potret Ketidakadilan di Siantar, Warga Miskin Tak Terima Bansos, Aspir...
WA FB
Pematangsiantar

Potret Ketidakadilan di Siantar, Warga Miskin Tak Terima Bansos, Aspirasi \"Terlantar\" di DPRD

G Editor : Gunawan Purba | 12 Nov 2025 | 14:17 WIB
Potret Ketidakadilan di Siantar, Warga Miskin Tak Terima Bansos, Aspirasi \"Terlantar\" di DPRD
Rumah Mika boru Pasaribu yang sudah reyot

Lalu, wanita berusia 61 tahun ini tidak menampik, ia pernah menerima bantuan beras. Namun itu cukup jarang terjadi. "Aku lihat orang dapat bansos dari Kantor Pos. Tapi kami yang susah ini gak dapat," katanya.

Tak lama kemudian, dari Kantor DPRD Pematangsiantar, sejumlah jurnalis mendatangi rumah tempat tinggal Mika boru Pasaribu dan cucunya di Jalan Bah Kora 2.

Tampaklah rumah tinggalnya berupa rumah panggung. Ukurannya cukup kecil, terbuat dari papan yang sudah cukup tua. Sebagian besar dinding papan, telah keropos. Bahkan rumah itu, terlihat miring.

Bagian dalam rumah, terdapat kelambu yang sudah usang. Bersama cucunya, Mika tidur di atas tilam yang sudah tidak layak lagi disebut tilam (tempat tidur). Namun bedah rumah, tak pernah menyentuh tempat tinggal-nya.

Beberapa minggu lalu, atap rumahnya beterbangan diterpa angin kencang. Saat ini, atap rumahnya terlihat baru, setelah diberikan bantuan oleh BPBD Kota Pematangsiantar.

Tetangga Mika lainnya menyebut, kalau Mika hidup susah bersama cucunya. "Kami berharap, maunya dapatlah perhatian dari pemerintah," tuturnya.

Sementara, saat disinggung tentang jaminan kesehatan berupa BPJS, Mika mengatakan, sudah satu tahun lebih, tidak mampu membayar iuran BPJS.

Ia juga tidak mengetahui, apakah dirinya dan cucunya terdaftar sebagai peserta penerima bantuan iuran BPJS dari pemerintah. "Gak tahu aku pak. Karena aku dan cucuku dilarang sakit," ujarnya sambil menitikkan air mata.

Camat Siantar Marimbun Alex Siahaan, saat dihubungi mengatakan, selepas rapat di Kantor Wali Kota Pematangsiantar, akan langsung meninjau keberadaan Mika boru Pasaribu. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.