MENU
Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Khusus Jagung dan Ber...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Khusus Jagung dan Beras

T Editor : Tigor Munthe | 23 May 2026 | 23:23 WIB
Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Khusus Jagung dan Beras
Presiden Prabowo di Kebumen. (Foto: Setpres)

Kebumen, Sinata.id  – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas beras dan jagung.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri panen raya udang sekaligus meninjau sortir hasil panen di kawasan tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Sabtu (23/5/2026).

"Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung. Kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan, mungkin 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman," ujar Prabowo di hadapan para petani dan pelaku budidaya setempat.

Prabowo menilai capaian swasembada pangan itu semakin strategis di tengah situasi global yang tidak menentu.

Ia menegaskan Indonesia harus terus memperkuat ketahanan nasional, termasuk di sektor pertahanan, sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika geopolitik dunia.

"Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Mahakuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara mandiri, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menegaskan kekayaan alam Indonesia tidak boleh lagi dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Ini perintah dari Undang-Undang Dasar dan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," tegasnya.

Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 20 Mei 2026.

Saat itu, ia menyoroti besarnya potensi kekayaan nasional yang dinilai masih mengalami kebocoran dan berkomitmen untuk menghentikannya.

"Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad akan berusaha sekeras tenaga bersama seluruh pembantu saya untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," ujarnya.

Presiden menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh upaya pemerintah bertujuan agar hasil kekayaan bangsa dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kalangan tertentu. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.