MENU
Project Hail Mary: Kisah Ilmuwan yang Jadi Harapan Terakhir Umat Manus...
WA FB
Hiburan

Project Hail Mary: Kisah Ilmuwan yang Jadi Harapan Terakhir Umat Manusia

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Apr 2026 | 20:53 WIB
Project Hail Mary: Kisah Ilmuwan yang Jadi Harapan Terakhir Umat Manusia
Ilustrasi Project Hail Mary. (istimewa)

Film ini juga dibuat tanpa penggunaan layar hijau atau biru. Seluruh adegan berlangsung di set pesawat ruang angkasa 360 derajat yang berfungsi penuh sebuah pencapaian teknis besar untuk film dengan anggaran mencapai 250 juta dolar AS.

Perbedaan Buku dan Film

Meski tetap setia pada tema utama, terdapat sejumlah perbedaan antara novel dan adaptasi filmnya. Salah satu yang paling menonjol adalah penyederhanaan detail ilmiah yang dalam versi buku dijelaskan secara lebih mendalam.

Selain itu, beberapa adegan tambahan juga dihadirkan dalam film, seperti momen Eva Stratt bernyanyi karaoke bersama para astronot sebelum misi dimulai.

“Saya pribadi lebih menyukai versi bukunya. Detail ilmiahnya sangat menarik dan menghibur, meski saya memahami keterbatasan durasi film,” tambah Wilder.

Isu Kemanusiaan dan Krisis Iklim

Project Hail Mary mengangkat tema besar tentang empati, kolaborasi, dan pengorbanan demi kepentingan bersama. Kisahnya diawali dengan kerja sama antarnegara untuk menyelamatkan Matahari dari kehancuran, menggambarkan pentingnya persatuan global.

Namun, pesan ini juga menjadi refleksi terhadap kondisi dunia saat ini. Kerja sama antara ilmuwan dan pemimpin politik dinilai masih belum cukup sigap dalam menghadapi krisis iklim, meski ancamannya semakin nyata. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.