Sekitar 60 pelatih akan mendapatkan pelatihan di Indonesia, sementara lima pelatih terpilih akan mengikuti program imersif di Prancis. Materi mencakup metodologi modern, pedagogi inklusif, serta perencanaan pengembangan jangka panjang.
Manajemen dan Hukum Olahraga
Sebanyak 25 peserta perempuan akan mengikuti program manajemen olahraga di Jakarta. Fokusnya meliputi kepemimpinan, administrasi, tata kelola olahraga, serta pengembangan struktur kompetisi sepak bola putri.
Jadwal Pelaksanaan Program
Sebagai tahap awal, kegiatan “Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan dalam Sepak Bola: Klinik Pelatihan” akan digelar pada 11–12 April 2026 di Lapangan Sidolig, Bandung.
Pelatihan ini akan dipandu oleh instruktur dari Akademi Sepak Bola Prancis, seperti Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, serta menghadirkan pemain tamu, di antaranya Zahra Muzdalifah, Syafia Chorlienka, Laita Roati, dan pemain Persib Bandung, Layvin Kurzawa.
Selanjutnya, peserta terpilih akan mengikuti pelatihan di pusat pelatihan nasional FFF di Clairefontaine, Prancis, pada 3–9 Mei 2026. Kegiatan ini juga mencakup kunjungan ke kantor FFF dan FIFA di Paris.
Perkuat Fondasi Sepak Bola Putri
Program ini juga diarahkan untuk mendorong penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FFF dan Garuda Academy sebagai bagian dari peta jalan kerja sama olahraga kedua negara.
Melalui Next Goal, Indonesia diharapkan mampu memperkuat fondasi struktural sepak bola putri agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun internasional.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesetaraan gender di bidang olahraga. Sepak bola tidak hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan sosial untuk mencetak pemimpin perempuan di masa depan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.