MENU
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis Berhenti Beroperasi, Dana dari BGN...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis Berhenti Beroperasi, Dana dari BGN Belum Cair

Admin SINATA.ID Editor : Admin SINATA.ID | 10 Jun 2026 | 16:29 WIB
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis Berhenti Beroperasi, Dana dari BGN Belum Cair
Ilustrasi Dapur MBG. (istimewa)

Jakarta, Sinata.id  – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah dilaporkan menghentikan sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat tersendatnya pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai daerah, penghentian layanan sementara terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Provinsi Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Di Kabupaten Tangerang, Banten, beberapa SPPG dilaporkan menghentikan operasional karena dana operasional belum dicairkan.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, membenarkan bahwa SPPG Bunar Sukamulya dan SPPG Balaraja 2 tidak dapat beroperasi akibat belum turunnya anggaran.

“Anggarannya belum turun. Kalau SPPG Kresek Renged 2 berhenti operasi karena ahli gizi dan akuntan mengundurkan diri sehingga operasionalnya tidak bisa dilaksanakan,” ujar Priyo dilansir dari CNA, Rabu (10/6/2026).

Meski demikian, kondisi serupa yang sempat terjadi pada 28 SPPG di Kota Serang kini telah teratasi.

Koordinator Wilayah BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, menyatakan seluruh SPPG di wilayahnya kembali beroperasi setelah dana operasional dicairkan.

Sementara itu, di Jawa Tengah, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengakui adanya sejumlah SPPG yang menghentikan kegiatan karena belum menerima pencairan dana dari BGN.

Kasubag Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito, menjelaskan keterlambatan pencairan terjadi karena adanya proses penajaman anggaran oleh Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan di tengah kebijakan efisiensi pemerintah. “Sebenarnya bukan tidak cair, mungkin belum cair. Saat ini sedang ada penajaman anggaran dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan,” katanya. Bagus menegaskan keterlambatan tersebut tidak berkaitan dengan pergantian pimpinan di BGN.

Menurutnya, sistem pencairan dana untuk ribuan SPPG di seluruh Indonesia membutuhkan proses administrasi yang tidak sederhana.

Kendala pencairan dana juga terjadi di Jawa Timur. Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan puluhan dapur MBG terpaksa menghentikan operasional karena dana belum masuk ke rekening virtual masing-masing SPPG.

Di Kabupaten Ponorogo, sedikitnya 21 SPPG dilaporkan berhenti beroperasi akibat dana program yang belum dicairkan.

Emil menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BGN agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.