Kasus ini disebut mencerminkan bagaimana proyek energi dapat berubah menjadi sumber konflik berkepanjangan ketika pengawasan negara tidak berjalan optimal.
Ronald menekankan bahwa transisi energi tidak boleh dipersempit menjadi sekadar pencapaian angka kapasitas atau nilai investasi.
Transisi energi yang mengabaikan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, menurutnya, justru berpotensi melahirkan krisis baru.
Jika konflik, penggusuran, dan dugaan pelanggaran hukum terus dibiarkan, maka istilah “energi bersih” berisiko kehilangan makna di mata masyarakat.
Gerakan Pemuda Energi menilai Rakernas METI seharusnya menjadi momentum refleksi dan keterbukaan, bukan ajang menutupi persoalan dengan presentasi optimistis dan grafik pertumbuhan.
Dalam aksi tersebut, mereka menyerahkan data, pernyataan sikap resmi, serta keterangan pers sebagai bentuk tekanan publik agar evaluasi, audit, dan penegakan hukum terhadap proyek-proyek bermasalah segera dilakukan.
Mereka juga mengingatkan, selama konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan dugaan penyimpangan tata kelola terus dibiarkan, penolakan publik terhadap proyek energi akan semakin menguat dan legitimasi transisi energi nasional kian dipertanyakan. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.