MENU
Rekannya Diduga Dipukul, Aliansi BEM Pematangsiantar Malah Batal Demo...
WA FB
News

Rekannya Diduga Dipukul, Aliansi BEM Pematangsiantar Malah Batal Demo DPRD dan Polres

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Apr 2025 | 13:32 WIB
Rekannya Diduga Dipukul, Aliansi BEM Pematangsiantar Malah Batal Demo DPRD dan Polres
Aliansi BEM Pematangsiantar membatalkan aksi demo (unjuk rasa) hari ini Kamis 17 April 2025 ke DPRD dan Polres Pematangsiantar.

Pematangsiantar, Sinata.id - Aliansi BEM/Senat Mahasiswa se Kota Pematangsiantar membatalkan aksi demo (unjuk rasa) hari ini Kamis 17 April 2025 ke DPRD dan Polres Pematangsiantar.

Aliansi BEM Pematangsiantar Batal Demo

Aksi unjuk rasa yang dibatalkan itu, seyogyanya guna menyikapi dugaan pemukulan mahasiswa oleh Anggota DPRD Pematangsiantar Robin Manurung dan tindakan represif aparat kepolisian saat massa mahasiswa menolak perubahan UU TNI di DPRD beberapa waktu lalu.

Padahal, sebelum aksi unjuk rasa diketahui dibatalkan, personel Polres Pematangsiantar telah siaga untuk melakukan pengamanan di DPRD.

Tampak aparat Polres Pematangsiantar telah memasang barikade kawat berduri sebelum gerbang keluar dari gedung DPRD.

Pimpinan Aksi Aliansi BEM/Senat Mahasiswa se Kota Pematangsiantar Gideon Surbakti beralasan, demo hari ini tidak jadi dilakukan karena belum matang dan komunikasi antar mereka masih kurang.

"Terkait aksi hari ini kita akan pending karena kita kurang matang dan masih kurang komunikatif di dalam aliansi," sebut Gideon melalui pesan Whatsapp (WA).

Katanya, aliansi kurang matang dan kurang komunikasi terkait isu dugaan pemukulan terhadap mahasiswa dan tindakan represif aparat kepolisian. 

“Sebagian besar pimpinan elemen juga memiliki kesibukan yang tak bisa ditinggalkan sejak konsolidasi awal bang,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Komunikasi Alumni USI (Fokus) Johannes Sembiring menyesalkan sikap Aliansi BEM/Senat Mahasiswa se Kota Pematangsiantar yang membatalkan aksi unjuk rasa hari ini.

“Sebagai mahasiswa kami harapkan tidak melempem. Karena dugaan perbuatan anggota dewan itu sangat tidak terpuji. Bagaimana nasib rakyat, kalau mahasiswa pun mundur. Jadi diharapkan agar mahasiswa tetap bersuara,” tandas Johannes Sembiring. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.