MENU
RS Vita Insani Manfaatkan Drainase, Warga Terdampak Minta Solusi Banji...
WA FB
News

RS Vita Insani Manfaatkan Drainase, Warga Terdampak Minta Solusi Banjir

T Editor : Tumpal Pandapotan | 29 Aug 2025 | 14:58 WIB
RS Vita Insani Manfaatkan Drainase, Warga Terdampak Minta Solusi Banjir
Saluran pembuangan air menuju drainase yang ditutup pihak rumah sakit. (foto: sinata/roy)

Pematangsiantar, Sinata.id – Penutupan drainase sepanjang 410 meter oleh RS Vita Insani dianggap berdampak bagi warga sekitar. Ketika hujan deras, saluran di sekitar lokasi justru meluap hingga menyebabkan genangan air hingga sempat masuk ke bangunan di sekitarnya.

Salah satu yang terdampak adalah sebuah Gereja Bala Keselamatan yang berbatasan langsung dengan rumah sakit di Jalan Merdeka. Baru sepekan menempati lokasi itu, keluarga Pendeta Elvan Diago mengaku sudah dua kali menghadapi banjir dalam kurun waktu satu minggu.

Menurut, ketika itu air setinggi 30 sentimeter masuk ke dalam gereja, mengganggu aktivitas ibadah dan kegiatan jemaat.

Pendeta Elvan, yang pindah dari Medan sejak Juli 2024, mengatakan pihaknya telah melaporkan persoalan itu ke kelurahan setempat. Ia juga telah menyurati WaliKota Pematangsiantar untuk meminta penanganan agar kejadian serupa tidak berulang.

“Dalam satu minggu sudah dua kali banjir sampai masuk ke gereja. Saya langsung melapor ke Lurah, kemudian membuat surat ke Wali Kota,” ujarnya ditemui Sinata.id, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, penyebab utama genangan berasal dari saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air. Lubang parit berukuran kecil ditambah penumpukan sampah membuat aliran air tersumbat hingga meluap.

“Air tidak bisa mengalir lancar karena gorong-gorong kecil dan sampah menumpuk. Akhirnya meluber ke permukaan,” jelasnya.

Pengamat Sebut Drainase Tak Boleh Ditutup, Warga Keluhkan Banjir di Dekat RS Vita Insani

RS Vita Insani Tutup 410 Meter Persegi Lahan Drainase, Lalu Bayar Sewa 3 Tahun Rp 70 Juta

[caption id="attachment_7991" align="alignnone" width="1600"] Akses pintu masuk rumah sakit yang merupakan drainase. (foto: sinata/roy)[/caption]

Pendeta Elvan menjelaskan pemerintah kota kemudian memanggil warga terdampak bersama pihak rumah sakit untuk membahas solusi. Beberapa perbaikan telah dilakukan, termasuk pengaspalan jalan, perbaikan gorong-gorong, dan pengecekan saluran.

Namun, dia menilai akar masalah belum sepenuhnya teratasi karena ukuran gorong-gorong masih terlalu kecil.

“Kami sudah dipanggil ke kantor Walikota, RS Vita Insani juga hadir. Memang ada tindak lanjut, tapi harapan kami gorong-gorong bisa diperbesar agar banjir tidak berulang,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.