MENU
Rudal Khorramshahr-4 Iran Muncul Saat Diplomasi Nuklir Dibuka
WA FB
Dunia

Rudal Khorramshahr-4 Iran Muncul Saat Diplomasi Nuklir Dibuka

R Editor : Redaksi Sinata | 06 Feb 2026 | 19:40 WIB
Rudal Khorramshahr-4 Iran Muncul Saat Diplomasi Nuklir Dibuka
Iran memamerkan rudal balistik Khorramshahr-4 berjangkauan 2.000 km di fasilitas rahasia, di tengah persiapan perundingan nuklir dengan AS di Oman. (Ist)

Teheran, Sinata.id — Di saat meja perundingan kembali disiapkan, Iran justru mengirimkan pesan keras dari bawah tanah. Sebuah fasilitas rahasia yang dioperasikan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) resmi dibuka, dan di dalamnya tersimpan salah satu senjata paling mematikan yang pernah dipamerkan Teheran: rudal balistik Khorramshahr-4.

Media pemerintah Iran, Fars, dikutip pada Jumat (6/2/2026) bahwa sistem rudal jarak jauh itu menjadi bagian dari aset operasional yang ditampilkan saat peresmian fasilitas bawah tanah sehari sebelumnya. Munculnya Khorramshahr-4 menegaskan sinyal kuat Iran di tengah hubungan yang kembali memanas dengan Amerika Serikat.

Rudal yang juga dikenal dengan nama “Kheibar” ini masuk kategori balistik jarak menengah hingga jauh, dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer—cukup untuk menjangkau sebagian besar kawasan Timur Tengah.

Khorramshahr-4 bukan sekadar simbol. Rudal ini memiliki panjang sekitar 13 meter, diameter 1,5 meter, dan bobot peluncuran mendekati 30 ton. Bagian hulunya disebut membawa muatan hingga 1.500 kilogram, dengan daya hancur yang mampu mengangkut lebih dari satu ton bahan peledak berkekuatan tinggi.

Para analis menilai, konfigurasi ini menjadikannya salah satu hulu ledak terbesar yang pernah dikembangkan Iran, sekaligus memperkuat klaim Teheran soal kemampuan daya tangkal strategis.

Unjuk kekuatan ini muncul di saat diplomasi kembali bergerak. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi telah berangkat dari Teheran menuju Muscat, Oman, Kamis (5/2), menjelang perundingan nuklir tidak langsung dengan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menyebut dialog tersebut ditujukan untuk mencapai kesepakatan yang “adil, saling menguntungkan, dan terhormat.”

Ia mengakui Iran membawa pengalaman pahit dari masa lalu—termasuk pelanggaran komitmen dan serangan militer tahun lalu—namun menegaskan pentingnya memanfaatkan jalur diplomasi.

Iran memiliki tanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakan setiap peluang diplomasi demi melindungi kepentingannya serta menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan, tulis Baqaei.

Dalam perundingan di Oman, Araqchi diperkirakan memimpin delegasi yang juga diisi diplomat senior Majid Takht-Ravanchi dan Kazem Qaribabadi. Dari pihak Amerika Serikat, Steve Witkoff akan mewakili Gedung Putih, bersama Jared Kushner. Oman kembali berperan sebagai mediator, dengan format pertemuan terpisah seperti putaran-putaran sebelumnya. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.