MENU
Rudal Murah Iran “Product 358” Diklaim Mampu Lumpuhkan Jet Siluman F-3...
WA FB
Dunia

Rudal Murah Iran “Product 358” Diklaim Mampu Lumpuhkan Jet Siluman F-35 AS

J Editor : Jansen Siahaan | 10 Apr 2026 | 15:14 WIB
Rudal Murah Iran “Product 358” Diklaim Mampu Lumpuhkan Jet Siluman F-35 AS
Jet tempur AS F-35. (ap)

Menurutnya, karakter “hibrida” antara drone dan rudal membuat sistem pertahanan pesawat kesulitan mengklasifikasikan ancaman secara tepat waktu.

Sudah Digunakan Sejak Lama

Meski kembali menjadi perhatian, Product 358 sebenarnya bukan teknologi baru. AS telah mendeteksi keberadaan rudal ini sejak 2019 dalam pengiriman senjata ke kelompok Houthi di Yaman.

Dalam laporan media AS, rudal ini digambarkan memiliki tiga bagian utama, yakni otor pendorong berbahan bakar padat, mesin jelajah, dan hulu ledak eksplosif.

Setelah diluncurkan, rudal dapat terbang dalam pola tertentu sambil mencari target, termasuk dengan sistem inframerah yang mampu mengatasi sistem penangkal panas.

Rudal ini juga dilaporkan pernah digunakan untuk menjatuhkan drone ScanEagle milik AS di Yaman, menyerang UAV militer di Timur Tengah, menghadapi drone seperti MQ-9 Reaper dan Hermes-900, serta murah tapi mematikan.

Biaya produksi Product 358 diperkirakan kurang dari USD 90.000, jauh lebih murah dibandingkan F-35 yang memiliki biaya program hingga lebih dari USD 2 triliun sepanjang siklus hidupnya.

Perbandingan ini kerap disebut sebagai “David vs Goliath” dalam dunia militer modern.

Selain itu, rudal ini bersifat mobile dan dapat diluncurkan dari kendaraan sederhana, sehingga berpotensi digunakan oleh aktor non-negara.

Konflik AS–Iran Kian Memanas

Di sisi lain, ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat. Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa sebuah jet tempur AS juga jatuh di wilayah Iran akibat serangan rudal bahu.

Operasi militer selama enam pekan disebut telah menghantam lebih dari 13.000 target strategis Iran, termasuk armada laut dan udara.

Meski demikian, ancaman belum mereda. Iran dinilai masih memiliki kemampuan perang asimetris yang berbahaya, termasuk serangan terhadap jalur vital seperti Selat Hormuz.

Operasi penyelamatan awak pesawat AS bahkan melibatkan lebih dari 20 pesawat militer dan berlangsung hampir 48 jam dalam kondisi berisiko tinggi.

Keberhasilan rudal murah seperti Product 358 menunjukkan perubahan lanskap perang modern, di mana teknologi sederhana namun adaptif mampu menantang sistem persenjataan canggih.

Jika klaim ini terbukti, maka dominasi jet tempur siluman seperti F-35 berpotensi menghadapi tantangan serius di masa depan. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.