MENU
Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.800 per Dollar AS, IHSG Justru Menguat d...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.800 per Dollar AS, IHSG Justru Menguat di Awal Perdagangan

T Editor : Tigor Munthe | 26 May 2026 | 12:16 WIB
Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.800 per Dollar AS, IHSG Justru Menguat di Awal Perdagangan
Ilustrasi rupiah melemah. (Foto: Ist0

JAKARTA, Sinata.id  – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (26/5/2026).

Di tengah tekanan terhadap mata uang Garuda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak positif dan sempat menguat signifikan pada awal sesi perdagangan.

Berdasarkan data pasar spot hingga pukul 09.32 WIB, rupiah tercatat melemah 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.781 per dollar AS.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya, di mana pada Senin (25/5/2026), rupiah ditutup turun 0,15 persen di posisi Rp17.744 per dollar AS.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi sentimen domestik maupun global yang belum sepenuhnya kondusif bagi pasar keuangan Indonesia.

“Ya masih akan melemah di level Rp17.740 sampai di level Rp17.800 per dollar AS,” ujar Ibrahim dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, ketidakpastian pasar global, penguatan dollar AS, hingga kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi dunia masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah.

Sementara itu, pergerakan berbeda justru terlihat di pasar saham. IHSG dibuka menguat dan sempat melesat hingga menyentuh level tertinggi di 6.286,872 pada awal perdagangan.

Namun setelah reli cepat tersebut, indeks mulai mengalami aksi ambil untung (profit taking) sehingga bergerak turun secara bertahap.

Meski demikian, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan penguatan sekitar 0,45 persen di kisaran level 6.234.

Mayoritas saham juga tercatat menguat. Sebanyak 351 saham berada di zona hijau, sementara 235 saham melemah dan 145 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 7,27 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sekitar 535 ribu kali transaksi. Adapun nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,11 triliun.

Penguatan IHSG di tengah pelemahan rupiah menunjukkan investor domestik masih melihat peluang di pasar saham, meski tekanan eksternal terhadap nilai tukar masih membayangi pasar keuangan nasional. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.