MENU
Rupiah Menguat Dua Hari Beruntun, Sentimen Asia Dorong Optimisme Pasar
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Menguat Dua Hari Beruntun, Sentimen Asia Dorong Optimisme Pasar

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Feb 2026 | 16:18 WIB
Rupiah Menguat Dua Hari Beruntun, Sentimen Asia Dorong Optimisme Pasar
Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS selama dua hari berturut-turut, ditopang sentimen positif pasar Asia dan minat investor pada aset berisiko. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Sentimen pasar Asia yang kembali positif mendorong nilai tukar rupiah menguat dua hari berturut-turut, menciptakan suasana optimisme di pasar keuangan domestik setelah sebelumnya mata uang Garuda sempat tertekan. Pergerakan ini mencerminkan sentimen global yang mulai bergeser ke arah risk-on, di mana investor kembali memasuki aset berisiko termasuk mata uang negara berkembang.

Pada perdagangan hari ini, rupiah dibuka lebih kuat di kisaran Rp 16.755 per dolar AS, menguat sekitar 0,27 persen dari posisi penutupan sebelumnya, seiring mayoritas mata uang Asia lain juga menunjukkan tren positif terhadap dolar AS.

Analis pasar uang, Lukman Leong, menyatakan bahwa sentimen global menjadi pemicu utama penguatan rupiah pagi ini. Menurutnya, risk-on muncul setelah pasar menilai kondisi gejolak ekonomi internasional mereda dan kemungkinan ketidakpastian di pasar finansial mulai turun.

“Penguatan rupiah kali ini dipengaruhi oleh sentimen risk-on di pasar global yang mendorong permintaan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang,” ujar Lukman, dikutip Kamis (26/2/2026).

Pergerakan rupiah yang menguat ini terjadi bersamaan dengan menguatnya mata uang regional lain seperti yen Jepang, yuan Tiongkok, hingga won Korea Selatan di pasar Asia. Kondisi ini menandakan pemulihan kepercayaan investor setelah tekanan dari beberapa pekan terakhir yang dipicu kekhawatiran ekonomi global dan meningkatnya imbal hasil dolar AS.

Lebih jauh, para pelaku pasar masih mencermati faktor kebijakan moneter global, terutama prospek suku bunga oleh bank sentral utama dunia, serta data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Langkah risk-on hari ini dinilai sebagian akibat menurunnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan besar di ekonomi dunia.

Meski demikian, analis memperingatkan bahwa tren penguatan rupiah bisa saja bersifat sementara, tergantung pada dinamika selanjutnya, termasuk data ekonomi domestik dan ekspektasi suku bunga global. Pergerakan mata uang Garuda turut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah spekulasi arah kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia.

Sentimen positif ini sekaligus memberikan nafas baru di pasar keuangan Indonesia, setelah beberapa waktu lalu rupiah sempat tertekan dan mencatat volatilitas tinggi terhadap dolar AS. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.