MENU
Rupiah Menguat ke Rp17.651 per Dolar AS, Strategi BJ Habibie Kembali D...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Menguat ke Rp17.651 per Dolar AS, Strategi BJ Habibie Kembali Disorot

J Editor : Jansen Siahaan | 21 May 2026 | 13:32 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.651 per Dolar AS, Strategi BJ Habibie Kembali Disorot
Ilustrasi mata uang Rupiah. (gettyimages)

Strategi BJ Habibie Saat Krisis 1998 Kembali Disorot

Di tengah pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, publik kembali mengingat krisis moneter 1998 yang menjadi salah satu periode paling berat dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Saat itu, rupiah sempat anjlok dari kisaran Rp2.000 hingga menembus Rp17.000 per dolar AS. Krisis tersebut memicu lonjakan inflasi, kebangkrutan perusahaan, gelombang PHK massal, hingga krisis perbankan nasional.

Setelah Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998, kepemimpinan nasional dilanjutkan oleh B. J. Habibie.

Pada masa pemerintahannya, Habibie melakukan sejumlah langkah strategis untuk memulihkan ekonomi nasional dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Salah satu kebijakan utama adalah restrukturisasi sektor perbankan nasional melalui rekapitalisasi bank dan konsolidasi empat bank pemerintah menjadi Bank Mandiri.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat independensi Bank Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 agar kebijakan moneter dapat berjalan lebih efektif.

Habibie juga melanjutkan kerja sama dengan International Monetary Fund (IMF) guna memulihkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia.

Langkah lainnya adalah memberikan jaminan terhadap dana simpanan masyarakat di perbankan nasional untuk mencegah kepanikan dan penarikan dana secara massal.

Di sektor sosial, pemerintah turut menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kombinasi kebijakan tersebut perlahan berhasil memulihkan stabilitas ekonomi nasional. Rupiah yang sebelumnya sempat terpuruk di atas Rp17.000 per dolar AS akhirnya menguat hingga berada di kisaran Rp6.550 per dolar AS pada masa pemerintahan Habibie. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.