Kenaikan harga bahan baku impor, seperti nafta untuk industri plastik, disebut telah memicu lonjakan harga resin dan berdampak pada rantai pasok industri lainnya.
Shinta mengatakan dunia usaha juga menghadapi keterbatasan untuk menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.
Akibatnya, sebagian besar kenaikan biaya produksi harus ditanggung langsung oleh perusahaan sehingga menekan margin usaha dan memengaruhi keputusan ekspansi maupun penyerapan tenaga kerja.
“Dalam kondisi daya beli yang masih lemah, ruang penyesuaian harga menjadi terbatas sehingga tekanan biaya harus diserap pelaku usaha,” katanya.
Apindo menilai tekanan terhadap rupiah bukan hanya dipicu faktor domestik, tetapi juga akibat dinamika global seperti kenaikan yield US Treasury dan meningkatnya konflik geopolitik internasional.
Kondisi tersebut memicu arus modal keluar dari negara berkembang menuju aset berbasis dolar AS sehingga memberikan tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia. (A02)
Meski demikian, Apindo menilai langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen merupakan bentuk kehati-hatian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Apindo berharap koordinasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor riil dapat diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.