MENU
Rupiah Tertekan, Disebut Pengaruh dari Pencalonan Deputi Gubernur BI
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Tertekan, Disebut Pengaruh dari Pencalonan Deputi Gubernur BI

G Editor : Gunawan Purba | 21 Jan 2026 | 17:20 WIB
Rupiah Tertekan, Disebut Pengaruh dari Pencalonan Deputi Gubernur BI
Gubernur BI

Jakarta, Sinata.id - Nilai tukar Rupiah yang melemah dalam beberapa waktu terakhir tidak semata dipicu gejolak global. Sentimen dari dalam negeri juga ikut membentuk sikap pelaku pasar terhadap mata uang nasional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan, persepsi investor turut dipengaruhi isu fiskal serta dinamika proses pencalonan Deputi Gubernur BI.

“Ini menyangkut persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan deputi gubernur,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, persepsi pasar memiliki dampak besar terhadap pergerakan nilai tukar, terutama di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Karena itu, komunikasi kebijakan yang konsisten serta kejelasan tata kelola dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan investor.

Meski demikian, Perry menegaskan bahwa tekanan terhadap Rupiah masih didominasi faktor eksternal. Sementara sentimen domestik lebih berperan memperkuat arah pergerakan yang sudah terbentuk di pasar keuangan.

Dari sisi global, Perry menjelaskan tekanan datang dari dinamika geopolitik serta kebijakan tarif Amerika Serikat. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, baik tenor jangka pendek maupun menengah, juga menambah tekanan seiring menyempitnya peluang penurunan suku bunga acuan The Fed.

Situasi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus keluar modal dari negara berkembang ke negara maju. Hingga 19 Januari 2026, tercatat arus modal keluar (net outflow) mencapai sekitar USD 1,6 miliar.

Menghadapi kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas Rupiah. Intervensi dilakukan secara agresif melalui pasar spot, instrumen non-deliverable forward (NDF) di luar negeri, serta DNDF di dalam negeri.

“Kami tidak segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik di pasar spot maupun instrumen forward, di dalam dan luar negeri,” kata Perry.

Ke depan, BI optimistis Rupiah berpeluang menguat dengan dukungan fundamental ekonomi domestik yang solid, imbal hasil aset yang menarik, inflasi yang terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang terus membaik. (A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.