Data uang beredar (M2) pada Maret 2026 tercatat tumbuh 9,7 persen secara tahunan menjadi Rp10.355,1 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1), uang kuasi, serta peningkatan kredit.
Meski menunjukkan likuiditas ekonomi yang lebih longgar, kondisi ini justru dapat menambah tekanan pada rupiah jika tidak diimbangi dengan aliran modal masuk yang kuat.
Fokus Pasar ke Data Ekonomi AS
Pelaku pasar kini menantikan rilis awal PMI S&P Global Amerika Serikat. PMI manufaktur diperkirakan naik ke 52,5, sementara sektor jasa diproyeksikan berada di level 50,0.
Jika data ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah dalam jangka pendek.(A07)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.