MENU
Sabut Kelapa Asahan Tembus Ekspor ke Cina, Bupati Dorong Hilirisasi
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Sabut Kelapa Asahan Tembus Ekspor ke Cina, Bupati Dorong Hilirisasi

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Feb 2026 | 16:17 WIB
Sabut Kelapa Asahan Tembus Ekspor ke Cina, Bupati Dorong Hilirisasi
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin saat berkunjung ke PT Hijau Surya Biotechindo. (istimewa)

Asahan, Sinata.id — Komoditas sabut kelapa asal Kabupaten Asahan berhasil menembus pasar internasional.

Produk olahan yang dikelola PT Hijau Surya Biotechindo resmi diekspor ke Cina dan saat ini dalam proses pengiriman. Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi sektor perkebunan dan industri hilir di daerah.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menyampaikan apresiasi saat meninjau pabrik pengolahan sabut kelapa di Desa Air Joman Baru, Kecamatan Air Joman, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, keberhasilan ekspor ini membuktikan potensi sumber daya lokal mampu bersaing di pasar global apabila dikelola secara optimal.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Asahan. Produk kita mampu menembus pasar Cina, yang berarti kualitasnya telah diakui,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Asahan, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi agar volume ekspor semakin bertambah. Pengembangan industri sabut kelapa juga dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan.

“Kami tidak ingin bahan mentah dijual tanpa proses pengolahan. Nilai tambah harus diciptakan di daerah agar membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Keberadaan pabrik tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pengurangan pengangguran.

Sementara itu, pimpinan PT Hijau Surya Biotechindo, Budi Chandra, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia mengungkapkan, ide pengolahan sabut kelapa muncul dari keprihatinan terhadap limbah sabut yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Sabut kelapa sering terbuang percuma, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang luas,” katanya.

Perusahaan juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar dengan merekrut tenaga kerja lokal sebagai bagian dari operasional pabrik.

Dengan keberhasilan menembus pasar ekspor, industri sabut kelapa di Asahan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis sumber daya lokal. Hilirisasi yang berkelanjutan diyakini mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (SN10)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.