MENU
Saham BBCA Turun ke Rp5.850, Sekuritas Tetap Rekomendasikan Beli 
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Saham BBCA Turun ke Rp5.850, Sekuritas Tetap Rekomendasikan Beli 

J Editor : Jansen Siahaan | 29 May 2026 | 12:24 WIB
Saham BBCA Turun ke Rp5.850, Sekuritas Tetap Rekomendasikan Beli 
Logo BBCA. (bbca)

Jakarta, Sinata.id - Sejumlah lembaga sekuritas masih mempertahankan pandangan optimistis terhadap fundamental PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meski harga saham perusahaan mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, saham BBCA berada di level Rp5.850 per lembar setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan hasil riset terbaru, CGS International tetap memberikan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga jangka panjang sebesar Rp10.000 per lembar saham.

Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 68,8 persen dibandingkan posisi harga saham saat ini.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas melakukan penyesuaian target harga BBCA dari sebelumnya Rp11.400 menjadi Rp10.900 per lembar saham. Meski demikian, perusahaan sekuritas tersebut tetap mempertahankan rekomendasi beli karena menilai fundamental dan kinerja keuangan perseroan masih solid.

Dilansir dari pojokpapua.id, penguatan fundamental perusahaan didukung oleh realisasi laba yang tetap kuat pada kuartal pertama tahun 2026.

Dalam laporan keuangan yang dirilis pada 23 April 2026, BBCA mencatat kenaikan Earning Per Share (EPS) menjadi 119,49.

Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 114,58 pada kuartal IV 2025 dan 117,68 pada kuartal III 2025.

Selain mencatat pertumbuhan laba, BBCA juga konsisten membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Pada ex-date 30 Maret 2026, perseroan membagikan dividen sebesar Rp281 per lembar saham. Sebelumnya, BBCA juga menyalurkan dividen sebesar Rp55 per lembar saham pada ex-date 3 Desember 2025.

Tekanan terhadap saham BBCA terjadi seiring aksi ambil untung investor menjelang penutupan perdagangan akhir pekan.

Data perdagangan menunjukkan saham BBCA bergerak di kisaran Rp5.850 hingga Rp6.100 per lembar sepanjang pekan terakhir Mei 2026.

Dalam satu hari perdagangan, saham BBCA tercatat melemah 2,05 persen. Sementara itu, kinerja saham selama satu bulan terakhir turun 0,83 persen dan secara year to date terkoreksi hingga 26,01 persen.

Meski mengalami tekanan jangka pendek, performa jangka panjang saham BBCA masih mencatat pertumbuhan positif.

Data pasar menunjukkan saham BBCA tumbuh sebesar 129,81 persen dalam periode 10 tahun terakhir dan mencatat kenaikan all time high hingga 16,97 ribu persen sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 31 Mei 2000.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.