MENU
Sakit Kepala Dianggap Migrain, Remaja asal Inggris Ternyata Idap Tumor...
WA FB
Dunia

Sakit Kepala Dianggap Migrain, Remaja asal Inggris Ternyata Idap Tumor Otak Stadium 4

T Editor : Tumpal Pandapotan | 27 Dec 2025 | 10:03 WIB
Sakit Kepala Dianggap Migrain, Remaja asal Inggris Ternyata Idap Tumor Otak Stadium 4
Gambar ilustrasi. AI

London, Sinata.id - Seorang remaja di Inggris didiagnosis mengidap tumor otak stadium 4, meski selama lebih dari satu tahun keluhan sakit kepalanya disebut dokter sebagai migrain biasa.

Fakta tersebut terungkap setelah kondisinya mendadak memburuk dan memicu kejang hebat.

Mengutip Times of India, remaja bernama Max Hall (14) mengalami sakit kepala berkepanjangan sejak lebih dari setahun lalu.

Keluarga menyatakan, sejumlah tenaga medis menilai gejala tersebut tidak berbahaya dan hanya memberikan obat pereda nyeri tanpa pemeriksaan lanjutan.

Kondisi Max berubah drastis beberapa hari setelah ia merayakan ulang tahunnya. Ia tiba-tiba mengalami kejang parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif dengan alat bantu pernapasan.

Pemeriksaan MRI kemudian mengungkap adanya tumor otak stadium 4 yang dinyatakan terminal dan tidak dapat dioperasi.

“Kami tahu ini sudah stadium akhir karena ukuran massa di otaknya,” kata ibu Max, Jackie Hall. “Dokter menyebut ini stadium 4 terminal dan tidak bisa diangkat atau diperkecil,” ujarnya menambahkan.

Sebelum jatuh sakit, Max dikenal sebagai anak yang aktif dan sehat. Jackie menyebut satu-satunya keluhan yang dialami putranya hanyalah sakit kepala yang kerap berkembang menjadi migrain.

Ia mengaku Max hanya diresepkan ibuprofen selama menjalani pemeriksaan sebelumnya.

Menanggapi pernyataan keluarga, Direktur Medis Grup University Hospitals of Northamptonshire, Hemant Nemade, menyampaikan empati sekaligus memastikan evaluasi internal.

“Kami turut prihatin terhadap Max dan keluarganya di masa yang sangat sulit ini,” kata Nemade.

“Kami sedang meninjau proses perawatan yang diberikan untuk memahami apa yang terjadi dan mengambil pembelajaran,” ujarnya.

Dokter menyampaikan kepada keluarga bahwa tumor Max tidak dapat dioperasi karena letaknya di otak.

Meski kemoterapi sempat ditawarkan, keluarga menilai pilihan pengobatan lanjutan di Inggris terbatas.

Saat ini, keluarga Max menggalang dana untuk menjalani perawatan khusus di Jerman.

Di sana, Max berpeluang mengikuti terapi berbasis vaksin yang ditujukan untuk menargetkan sel tumor dan memperlambat pertumbuhannya.

Terapi tersebut mengharuskan keluarga melakukan perjalanan rutin ke Jerman setiap beberapa pekan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.