MENU
Saling Balas, Perang Dagang AS-China Hantam Pasar Saham dan Minyak
WA FB
News

Saling Balas, Perang Dagang AS-China Hantam Pasar Saham dan Minyak

R Editor : Redaksi Sinata | 10 Apr 2025 | 02:53 WIB
Saling Balas, Perang Dagang AS-China Hantam Pasar Saham dan Minyak
Ilustrasi.

Beijing, Sinata.id – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat setelah Beijing mengumumkan kebijakan tarif balasan terhadap barang-barang asal AS. Keputusan ini diambil pada Jumat, 4 April 2025, sebagai respons langsung atas langkah Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif impor baru terhadap berbagai negara, termasuk China. Perang Dagang Amerika Serikat - China Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Ji, menyatakan bahwa kebijakan tarif baru dari Washington melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan merusak sistem perdagangan multilateral. “Kenaikan tarif sepihak Amerika Serikat jelas merugikan kepentingan bersama semua negara dan tidak membantu menyelesaikan masalah ekonomi mereka sendiri,” ujar Guo, seperti dikutip Sinata.id, Kamis, 10 April 2025. Kebijakan Tarif Baru dari AS Pada Rabu, 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif impor tambahan terhadap sejumlah negara, termasuk mitra dagang utama seperti Uni Eropa, Jepang, dan China. Untuk barang-barang asal China, AS menerapkan tarif tambahan sebesar 34%, sehingga total tarif yang dikenakan terhadap produk China kini mencapai 54%.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upayanya untuk mengembalikan kejayaan industri Amerika. Bahkan, ia menamai hari pengumuman tarif tersebut sebagai “Liberation Day” atau “Hari Pembebasan” bagi industri AS. Selain China, Uni Eropa dan Jepang dikenakan tarif masing-masing sebesar 20% dan 24%, sementara Inggris dikenai tarif 10%. Respons Tegas dari China Sebagai langkah balasan, pemerintah China mengumumkan tarif impor sebesar 34% terhadap seluruh produk asal AS mulai Jumat, 4 April 2025. Tarif ini jauh lebih tinggi dibandingkan tarif sebelumnya yang berkisar antara 10-15%.

Selain menerapkan tarif balasan, China juga mengambil langkah strategis lain, di antaranya:

Menggugat kebijakan tarif AS ke WTO, dengan alasan bahwa tindakan Washington tidak adil dan bertentangan dengan aturan perdagangan internasional. Menambahkan 11 perusahaan AS ke dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, yang melarang mereka berbisnis di China. Memasukkan 16 perusahaan AS ke dalam daftar kontrol ekspor, membatasi akses mereka terhadap sumber daya penting dari China. Membatasi ekspor mineral tanah jarang, komponen utama dalam industri teknologi tinggi, termasuk produksi kendaraan listrik. Menangguhkan impor produk pertanian tertentu, seperti kedelai, sorgum, unggas, dan tepung tulang dari perusahaan-perusahaan AS.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.