MENU
Samosir Genjot QRIS dan Pajak Wisata, Pelaku Usaha Diminta Beralih ke...
WA FB
Samosir

Samosir Genjot QRIS dan Pajak Wisata, Pelaku Usaha Diminta Beralih ke Digital

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Apr 2026 | 15:55 WIB
Samosir Genjot QRIS dan Pajak Wisata, Pelaku Usaha Diminta Beralih ke Digital
Pemkab Samosir perkuat sektor pariwisata melalui sistem digitalisasi pembayaran. (diskominfosamosir))

Samosir, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus mendorong kemudahan bagi pelaku usaha pariwisata melalui penerapan sistem pembayaran digital dan peningkatan kepatuhan pajak.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Bank Sumut, dan Kejaksaan Negeri Samosir. Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan capacity building petugas retribusi serta sosialisasi QRIS, program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, serta perlindungan konsumen di sektor perhotelan dan homestay.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, di Hotel JTS Parbaba, Rabu (8/4/2026), dan berlangsung hingga 9 April 2026.

Sebanyak lebih dari 200 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pelaku usaha hotel dan homestay, petugas retribusi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Badan Pendapatan Daerah.

Dalam sambutannya, Ariston menegaskan pentingnya penerapan sistem pembayaran digital untuk mendukung kenyamanan wisatawan.

“Terlepas suka atau tidak, sistem digital harus diterapkan. Pembayaran manual masih menjadi kendala bagi wisatawan, sehingga digitalisasi menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar terus meningkatkan kualitas layanan, menjaga kebersihan, serta menjunjung etika dalam melayani wisatawan.

“Tamu adalah raja. Jaga kebersihan, sopan santun, dan hormati setiap pengunjung agar mereka kembali berkunjung ke Samosir,” ucapnya.

Selain itu, Ariston mengajak seluruh pelaku usaha menjaga citra positif pariwisata dengan menghindari berbagai persoalan yang dapat merusak kepercayaan wisatawan.

Menurutnya, Samosir tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus didukung sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta manajemen yang baik.

Ia turut menekankan pentingnya kepatuhan pajak sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Pajak merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Hasilnya akan kembali untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Kantor Pusat Bank Sumut, Joy Boy Halomoan Sibuea, menyampaikan dukungan terhadap digitalisasi pembayaran di sektor pariwisata.

Ia menilai potensi pariwisata Samosir, khususnya kawasan Danau Toba, sangat besar dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Kami mengajak pelaku usaha untuk menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Ini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya. (SN14)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.