MENU
Sejarah Kota Medan
WA FB
News

Sejarah Kota Medan

G Editor : Gunawan Purba | 09 Nov 2025 | 09:19 WIB
Sejarah Kota Medan
Salah satu kawasan di Kota Medan pada tahun 1900-an. (Foto Wikipedia)

Zaman dahulu Kota Medan dikenal dengan nama Tanah Deli. Keadaan tanahnya berawa-rawa. Luasnya kurang lebih 4.000 hektar. Berikut ini sejarah Kota Medan sebagaimana dilansir dari Wikipedia.

Banyak sungai yang melintasi Kota Medan. Sungai-sungai itu, seluruhnya bermuara ke Selat Malaka. Seperti Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.

Dalam buku sejarah Kota Medan, dituliskan, pelabuhan telah ada pada tahun 1590. Dalam Riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam aksara Karo pada rangkaian bilah bambu, tercatat Guru Patimpus, tokoh masyarakat Karo, sebagai orang yang pertama kali membuka "desa" yang diberi nama Medan.

Namun, naskah asli Riwayat Hamparan Perak yang tersimpan di rumah Datuk Hamparan Perak terakhir telah hangus terbakar ketika terjadi kerusuhan sosial, pada 4 Maret 1946.

Patimpus adalah pemimpin Karo yang tinggal di Kampung Pekan (Pakan). Ia menolak menggantikan ayahnya, karena lebih tertarik pada ilmu pengetahuan dan mistik. Hingga ia lebih dikenal sebagai Guru Patimpus.

Antara tahun 1614-1630 Masehi, ia belajar agama Islam dan diislamkan oleh Datuk Kota Bangun, setelah kalah dalam adu kesaktian. Selanjutnya Guru Patimpus menikah dengan adik Tarigan, pemimpin daerah yang sekarang bernama Pulau Brayan, lalu membuka Desa Medan yang terletak di antara Sungai (Sei) Babura dan Sungai Deli. Dia pun memimpin desa tersebut.

Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590 kemudian dipandang sebagai pembuka sebuah kampung yang bernama Medan Puteri. Hanya saja, data tentang Guru Patimpus sebagai pendiri Kota Medan sangat minim.

Lokasinya terletak di Tanah Deli, maka sejak zaman penjajahan, orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang popular.

Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari Sungai Ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu di Langkat. Sedangkan Kesultanan Deli yang berkuasa pada saat itu, wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah di antara kedua sungai tersebut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.