Sebagai respons, pemerintah Iran membatasi akses internet publik secara ketat. Diperkirakan hanya sekitar 4 persen warga yang masih dapat mengakses jaringan saat puncak perang.
Namun, jaringan internal (intranet) tetap berjalan, menopang sistem perbankan, layanan pemerintah, dan industri strategis, yang diyakini menjadi target utama serangan berikutnya.
Nahum memprediksi operasi siber akan terus menekan infrastruktur vital Iran, termasuk sektor keuangan, telekomunikasi, dan manufaktur. "Jika sistem tersebut lumpuh, kelumpuhan negara secara total hanya tinggal menunggu waktu," tegasnya. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.