MENU
Serangan Udara Pakistan Guncang Perbatasan Timur Afghanistan
WA FB
Dunia

Serangan Udara Pakistan Guncang Perbatasan Timur Afghanistan

T Editor : Tumpal Pandapotan | 22 Feb 2026 | 18:37 WIB
Serangan Udara Pakistan Guncang Perbatasan Timur Afghanistan
Ilustrasi serangan udara

Islamabad, Sinata.id - Pakistan melancarkan serangan udara lintas batas ke wilayah timur Afghanistan pada Minggu (22/2), dengan sasaran yang diklaim sebagai kamp pelatihan dan tempat persembunyian kelompok militan. Pemerintah Afghanistan menyatakan puluhan warga sipil tewas dan terluka dalam serangan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan serangan terjadi di Provinsi Nangarhar dan Paktika pada dini hari, bertepatan dengan awal bulan suci Ramadan. Otoritas setempat menyebut korban termasuk perempuan dan anak-anak.

Juru bicara kepolisian Nangarhar, Sayed Tayeeb Hammad, mengatakan di satu rumah terdapat 23 anggota keluarga saat serangan terjadi. “Lima di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka,” ujarnya.

Di Distrik Bihsud, warga terlihat menggunakan alat berat dan sekop untuk mengevakuasi korban dari bangunan yang runtuh akibat pengeboman. Pemerintah Afghanistan mengecam keras serangan tersebut dan menyatakan akan memberikan “respons yang tepat dan terukur”.

Sementara itu, Islamabad menyatakan operasi udara berbasis intelijen itu menargetkan tujuh lokasi di sepanjang perbatasan yang disebut sebagai basis Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasi regional Islamic State - Khorasan Province.

Pemerintah Pakistan menyebut langkah tersebut sebagai respons atas rangkaian serangan bom bunuh diri yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayahnya.

Menurut pernyataan resmi Pakistan, otoritas Taliban di Afghanistan dinilai tidak mengambil tindakan terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan, meskipun telah berulang kali diperingatkan. Kabul membantah tudingan itu dan menyatakan sasaran serangan justru merupakan madrasah serta permukiman warga.

Eskalasi ini menjadi yang terbesar sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua belah pihak. Hubungan kedua negara terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.

Serangan terbaru terjadi setelah ledakan bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu menewaskan sedikitnya 40 orang. Serangan tersebut diklaim oleh ISIS-Khorasan dan disebut sebagai yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak 2008.

Upaya diplomasi sebelumnya, termasuk mediasi oleh Qatar dan Turki, belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang untuk meredakan ketegangan. Penutupan perbatasan darat selama berbulan-bulan akibat konflik turut berdampak pada aktivitas ekonomi warga di kedua negara. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.