Pematangsiantar, Sinata.id – Kemampuan mengelola emosi kerap dianggap sebagai tanda kedewasaan. Namun, psikolog menegaskan bahwa kedewasaan emosional bukan sekadar tidak marah atau selalu terlihat tenang.
Melansir Parade, Rabu (1/4/2026), kedewasaan emosional justru terlihat dari cara seseorang memahami, menerima, dan merespons emosi, terutama dalam situasi sulit.
Apa Itu Kedewasaan Emosional?
Psikolog Nicole LePera menjelaskan bahwa kedewasaan emosional berarti mampu tetap tenang dan hadir saat menghadapi situasi yang tidak nyaman.
“Kedewasaan emosional bukan berarti tidak pernah merasa marah. Ini berarti seseorang menyadari perasaannya dan memilih bagaimana merespons, bukan bereaksi secara spontan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa banyak reaksi emosional dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang tersimpan dalam diri seseorang.
“Kedewasaan emosional terjadi saat seseorang bisa berkata, ‘Perasaan ini masuk akal, tetapi saya bisa memilih apa yang harus dilakukan sekarang,’” jelasnya.
Delapan Tanda Orang Dewasa Secara Emosional
Menurut LePera, terdapat delapan kebiasaan yang menunjukkan seseorang memiliki kedewasaan emosional:
Mampu menahan reaksi sesaat Seseorang memilih berhenti sejenak sebelum merespons, sehingga tidak mengatakan hal yang disesali. Bertanggung jawab tanpa menyalahkan diri Kesalahan diakui tanpa merasa diri buruk, lalu dijadikan pelajaran. Mampu menetapkan batasan dengan tenang Seseorang dapat berkata “tidak” tanpa menyakiti orang lain dan berkata “ya” tanpa paksaan. Menerima perbedaan pendapat Perbedaan tidak dianggap sebagai ancaman atau penolakan. Memperbaiki hubungan setelah konflik Ada upaya untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan setelah terjadi konflik. Menghadapi emosi tanpa menghindar Perasaan tidak ditutupi dengan distraksi seperti bekerja berlebihan atau kebiasaan lain. Melepaskan peran lama yang tidak sehat Seseorang tidak lagi merasa harus selalu kuat atau menjadi penolong bagi semua orang. Memilih yang sehat, bukan yang terasa nyaman Keputusan diambil berdasarkan kebaikan jangka panjang, bukan sekadar kebiasaan lama.
Proses yang Tidak Instan
LePera menekankan bahwa kedewasaan emosional tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses bertahap.
“Perubahan nyata sering terjadi dalam momen kecil, bukan melalui perubahan besar sekaligus,” ujarnya.
Langkah sederhana seperti menyadari kondisi tubuh, menarik napas perlahan, berbicara dengan diri sendiri secara lebih baik, serta memperbaiki hubungan setelah konflik dapat membantu proses ini.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.