Beberapa bulan setelah kejadian, keluarga korban difasilitasi untuk kembali ke lokasi kecelakaan dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Itu pengalaman yang sangat emosional, sekaligus membantu proses penyembuhan,” tambahnya.
Respons Darurat Terbesar Sejak 11 September
Panggilan darurat pertama dari menara kontrol Bandara Nasional Ronald Reagan Washington diterima pada pukul 20.48 waktu setempat, dengan laporan singkat: “tabrakan, tabrakan, tabrakan”.
Respons tersebut memicu pengerahan besar-besaran aparat, menjadi operasi darurat terbesar di wilayah Washington sejak tragedi 11 September 2001. Sekitar 350 petugas dari puluhan instansi, termasuk puluhan penyelam, dikerahkan ke lokasi.
“Kami tahu ini bukan kejadian biasa,” ujar Robert Varga, penyelam Departemen Kepolisian Metropolitan yang tiba di lokasi kurang dari satu jam setelah panggilan diterima.
Luka Lama Sungai Potomac
Tragedi ini mengingatkan kembali pada kecelakaan besar sebelumnya di Sungai Potomac pada Januari 1982, ketika pesawat Air Florida jatuh saat lepas landas dan menewaskan 78 orang.
Bagi para petugas dan keluarga korban, kenangan malam kelam itu masih membekas hingga kini. Cuaca dingin, suara pesawat, bahkan sepatu seluncur es di rumah anak-anak mereka kerap memicu ingatan yang menyakitkan.
“Kami hanya berharap dapat memberi sedikit kelegaan bagi keluarga,” ujar Donnelly. “Itu yang terpenting.”. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.