Paris, Sinata.id — Dalam langkah dramatis untuk meredam gejolak di salah satu museum paling ikonik dunia, Presiden Prancis Emmanuel Macron secara resmi menunjuk Christophe Leribault sebagai Direktur baru Museum Louvre. Pengumuman ini disampaikan Rabu malam setelah periode tekanan publik dan politik yang memuncak pascaperampokan spektakuler yang mencoreng reputasi museum.
Leribault, 62 tahun, dikenal luas sebagai sejarawan seni dan pemimpin berpengalaman yang sebelumnya memimpin Christophe Leribault di Palace of Versailles serta sejumlah institusi seni besar di Paris. Langkah ini diambil pemerintah Prancis dengan tujuan mengembalikan kredibilitas Louvre, memperkuat sistem keamanan, dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi budaya yang telah menghadapi serangkaian masalah serius.
“Penunjukan ini dilakukan dalam konteks krisis,” ujar juru bicara Kementerian Kebudayaan Prancis, dikutip Rabu (25/2/2026).
Louvre, yang tahun lalu mencatat kunjungan hampir 9 juta pengunjung, bukan hanya menghadapi sorotan karena pencurian sejumlah perhiasan bersejarah jutaan dolar pada Oktober lalu. Kejadian itu, yang kini masih dalam penyelidikan, mengungkap kelemahan serius dalam sistem pengamanan museum yang selama ini dianggap paling aman di dunia.
Selain kasus perampokan, museum juga terguncang oleh gelombang mogok kerja karyawan, kebocoran pipa air yang merusak koleksi, serta terungkapnya jaringan penipuan tiket yang berlangsung selama bertahun-tahun, yang merugikan Louvre puluhan juta euro.
Krisis internal ini mencapai puncaknya ketika Laurence des Cars, Direktur Louvre sebelumnya, mengundurkan diri setelah tekanan publik dan pemeriksaan parlemen menunjukkan adanya kegagalan dalam mengantisipasi risiko keamanan. Pengunduran dirinya diterima langsung oleh Presiden Macron sebagai tindakan tanggung jawab.
Leribault sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai deputi direktur di departemen grafis Louvre pada awal kariernya, pengalaman yang diyakini pemerintah akan membantu mempercepat pemulihan institusi.
Dalam periode awal masa jabatannya, Leribault akan menyusun ulang sistem keamanan museum, mempercepat modernisasi infrastruktur yang telah tertunda, dan memperbaiki hubungan dengan staf museum yang sempat memanas akibat konflik internal.
Langkah reformasi ini juga dianggap krusial dalam rangka mendukung rencana ambisius pemerintah Prancis untuk mendorong Louvre menjadi institusi yang tidak hanya dihormati secara historis, tetapi juga kuat secara operasional dan selaras dengan tuntutan era modern. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.