Jakarta, Sinata.id - Durasi pengukusan menentukan kualitas telur yang dihasilkan, mulai dari tingkat kematangan hingga kemudahan saat dikupas. Teknik ini dinilai lebih stabil dibanding merebus karena telur matang melalui paparan uap panas yang suhunya relatif konstan, sehingga risiko bagian dalam masih mentah atau terlalu kering dapat ditekan.
Informasi yang dirangkum dari berbagai sumber kuliner, termasuk Home and Kitchen, menyebutkan waktu pengukusan perlu disesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Perhitungan dimulai sejak air dalam kukusan telah menghasilkan uap panas secara stabil.
Untuk telur setengah matang dengan kuning yang masih lembut dan sedikit cair di bagian tengah, waktu yang disarankan berkisar 6 hingga 7 menit.
Pada tahap ini, putih telur telah mengeras sehingga aman dikonsumsi, sementara bagian kuning tetap bertekstur lembut. Jenis kematangan ini kerap digunakan untuk menu sarapan atau pelengkap hidangan berkuah.
Sementara itu, telur dengan tingkat kematangan sedang dapat diperoleh dengan mengukus selama 8 hingga 9 menit. Hasilnya, putih telur matang sempurna dan kuning telur mengental namun masih terasa creamy. Tekstur ini banyak dipilih untuk campuran menu tinggi protein, seperti sandwich atau sajian berbasis nasi.
Adapun untuk telur matang keras, durasi pengukusan yang dianjurkan berada pada rentang 10 hingga 12 menit.
Pada waktu tersebut, seluruh bagian telur telah matang hingga ke tengah. Meski demikian, teksturnya disebut tetap lebih empuk dibandingkan telur yang dimasak dengan metode perebusan langsung.
Secara teknis, metode kukus bekerja tanpa kontak langsung antara telur dan air mendidih. Uap panas menyelimuti permukaan telur secara merata, sehingga proses pemanasan berlangsung bertahap.
Faktor ini dinilai membantu menjaga konsistensi hasil, berbeda dengan metode rebus yang lebih dipengaruhi suhu air, ukuran wadah, hingga suhu awal telur sebelum dimasukkan ke dalam panci.
Setelah proses pengukusan selesai, telur disarankan segera dipindahkan ke dalam rendaman air es selama sekitar 5 hingga 10 menit. Langkah ini membantu menghentikan proses pematangan serta memudahkan pengelupasan cangkang tanpa merusak permukaan putih telur.
Baik dikukus maupun direbus, telur tetap menjadi sumber protein yang praktis dan relatif rendah lemak. Namun, pengaturan durasi yang tepat dalam proses pengukusan disebut berperan penting untuk menghasilkan tekstur yang lembut, kematangan merata, dan tampilan kuning telur yang tetap cerah tanpa perubahan warna di bagian tepi. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.