MENU
Sialnya Juladi Siagian dan Imelda Tobing, Diusir Warga Sekampung Karen...
WA FB
News

Sialnya Juladi Siagian dan Imelda Tobing, Diusir Warga Sekampung Karena Dituding Kerap Bikin Resah

R Editor : Redaksi Sinata | 08 Aug 2025 | 03:26 WIB
Sialnya Juladi Siagian dan Imelda Tobing, Diusir Warga Sekampung Karena Dituding Kerap Bikin Resah
Juladi Siagian dan istrinya disebut kerap menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Semarang, Sinata.id — Ketegangan sosial di lingkungan RT 07/RW 01, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, terjadi dengan penolakan terbuka terhadap pasangan suami istri, Juladi Boga Siagian dan Imelda Tobing.

Penolakan itu bahkan disampaikan secara terang-terangan melalui pemasangan spanduk di lingkungan setempat.

Tulisan pada spanduk yang terpasang menyatakan, "Warga RT 07/RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor menolak warga atas nama Juladi Boga Siagian. Warga menghimbau untuk yang bersangkutan segera pindah dari RT 07/RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor."

Sugito, Ketua RT 07, membenarkan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan hasil musyawarah warga. Ia mengaku sudah tidak mampu lagi menengahi konflik yang berlarut-larut.

"Itu hasil kesepakatan bersama warga. Saya tidak bisa melarang jika memang sudah menjadi aspirasi lingkungan," ujar Sugito, dikutip pada Jumat, 8 Agustus 2025. Didera Konflik Sosial Bertahun-Tahun Juladi dan Imelda disebut kerap menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggal mereka. Sejumlah warga mengeluhkan keberadaan anjing peliharaan mereka yang kerap dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan, serta persoalan tumpukan sampah yang mencemari lingkungan.

Tidak hanya itu, warga juga menyoroti sikap pasangan tersebut yang dianggap tertutup dan tidak pernah menjalin komunikasi atau berbaur dengan masyarakat sekitar. Seorang tetangga bahkan menyatakan bahwa selama bertahun-tahun, pasangan itu seperti hidup dalam isolasi sosial.

"Dia tidak pernah mau bergaul dengan warga. Bahkan untuk kegiatan lingkungan pun tidak pernah hadir," ucapnya. Klarifikasi Juladi Boga Siagian membantah berbagai tudingan tersebut. Menurutnya, semua hewan peliharaan miliknya selalu dalam pengawasan. Ia mengaku telah membuat pembatas di sekitar rumahnya agar anjing-anjing tersebut tidak berkeliaran sembarangan.

"Ada pintu dan pagar. Saat anjing kami keluarkan, itu pun dalam pengawasan dan tidak dibiarkan begitu saja," tegas Juladi.

Namun penjelasan itu tampaknya tidak cukup meredam keresahan warga. Situasi semakin memanas setelah konflik antara keluarga Juladi dan pemilik lahan di depan rumah mereka, Sri Rejeki, berujung pada penutupan akses jalan menuju rumah. Akses Jalan Ditutup, Anak Dipaksa Lewati Sungai Perseteruan antara keluarga Juladi dengan Sri Rejeki menambah daftar persoalan. Akibat penutupan akses jalan, anak perempuan mereka yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, harus melewati aliran sungai demi bisa berangkat sekolah.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.