Namun, Aghnia mengaitkan video tersebut dengan promosi produk vitamin herbal. Ia juga menyebut bahwa pengalaman itu membuatnya lebih peduli terhadap kesehatan.
Konten tersebut justru memicu reaksi keras dari publik karena dinilai tidak menunjukkan empati. Terlebih, video itu muncul di tengah kabar duka meninggalnya Vidi.
Aghnia kemudian menghapus video tersebut dan menyampaikan klarifikasi.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dalam pernyataannya, Aghnia mengakui kesalahan dalam penggunaan konten tersebut.
“Saya menyadari bahwa penyampaian saya, terutama dengan adanya penyebutan nama brand dalam konteks tersebut, adalah sesuatu yang tidak tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk membela diri dan menyadari kesalahan yang telah dilakukan.
Aghnia juga menyebut bahwa video tersebut telah dihapus beberapa menit setelah diunggah.
Ia mengaku tersentuh dengan pesan yang disampaikan Vidi, terlebih karena kondisi serupa juga dialami oleh sahabat dekatnya.
Namun, ia mengakui bahwa penggunaan konten tersebut untuk kepentingan endorse adalah tindakan yang tidak bijak.
“Dengan segala keterbatasan dan kekurangan saya sebagai manusia, sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman atau tersinggung,” tulisnya.
Sorotan Publik dan Jejak Kontroversi
Ini bukan kali pertama Aghnia menjadi sorotan publik. Pada Maret 2024, ia sempat viral setelah mengungkap dugaan penganiayaan terhadap putrinya oleh pengasuh, yang menyebabkan luka lebam pada mata anaknya.
Kini, publik menanti langkah selanjutnya dari selebgram asal Malang tersebut setelah permintaan maaf disampaikan.
Terlepas dari pro dan kontra yang ada, nama Aghnia kini semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.