MENU
Sister Orange, Kreator Konten China Hilang di Kamboja Usai Temui Kekas...
WA FB
Dunia

Sister Orange, Kreator Konten China Hilang di Kamboja Usai Temui Kekasih

R Editor : Redaksi Sinata | 22 Nov 2025 | 20:23 WIB
Sister Orange, Kreator Konten China Hilang di Kamboja Usai Temui Kekasih
Kreator konten China, Sister Orange, dilaporkan hilang di Kamboja setelah bertemu kekasihnya, Brother Long. (Ist)

Sinata.id - Seorang kreator konten populer, dikenal dengan nama Sister Orange, dilaporkan hilang setelah terbang ke Kamboja untuk menemui kekasihnya, seorang pria yang akrab disapa Brother Long.

Keduanya terakhir kali terlacak di Sihanoukville, kota yang sejak lama dicap sebagai episentrum perjudian dan jaringan penipuan siber.

Sister Orange, yang memiliki jutaan pengikut di platform Douyin, awalnya dijadwalkan kembali ke China pada 12 November 2025.

Namun, pada hari itu pula seluruh komunikasi terputus.

Ponsel sang influencer dan kekasihnya sama-sama tidak aktif selama lebih dari dua hari, memicu dugaan kuat bahwa keduanya menghadapi situasi berbahaya.

Keluarga menyebut, sebelum hilang, Sister Orange datang untuk bertemu Brother Long yang disebut sebagai pengelola sebuah hotel di Sihanoukville.

Namun reputasi kelam wilayah tersebut, mulai dari praktik ilegal, aktivitas scam internasional, hingga dugaan perdagangan manusia, membuat publik China semakin khawatir.

Kabar lenyapnya sang influencer langsung memunculkan gelombang pencarian besar-besaran.

Sejumlah kreator, penggemar, hingga kolega sesama influencer bergerak cepat menyebarkan informasi orang hilang melalui Douyin dan Weibo.

Keluarga juga telah meminta bantuan Kedutaan Besar China di Kamboja serta Kementerian Luar Negeri China untuk menelusuri jejaknya.

Tak hanya itu, jaringan relawan dan organisasi penyelamat sipil lintas negara kini ikut turun tangan, menyisir informasi dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak di Kamboja.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada satu pun keterangan resmi mengenai lokasi Sister Orange maupun Brother Long.

Keluarga berharap otoritas kedua negara mampu menemukan titik terang di tengah kuatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan mereka. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.