Sementara itu, Trump tetap bersikukuh bahwa penguasaan Greenland diperlukan demi alasan “keamanan nasional”.
Pada Sabtu (17/1), ia bahkan mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang menentang rencananya menganeksasi wilayah tersebut.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan bahwa opsi militer tetap terbuka. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan penggunaan kekuatan bersenjata merupakan “pilihan yang selalu berada di tangan Panglima Tertinggi”.
Utusan khusus Trump untuk Greenland, Jeff Landry, menyatakan akan mengunjungi Greenland pada Maret mendatang dan meyakini kesepakatan dapat tercapai.
“Saya yakin ada kesepakatan yang seharusnya dan akan tercapai setelah ini selesai,” kata Jeff Landry kepada Fox News dalam wawancara, Jumat.
“Presiden benar-benar serius. Saya pikir dia telah menetapkan patokannya. Dia telah memberi tahu Denmark apa yang dia cari.”
Upaya Trump untuk menguasai Greenland bukan kali pertama mencuat. Pada masa jabatan pertamanya pada 2019, Trump juga pernah mengemukakan gagasan serupa, namun langkah tersebut saat itu mendapat penolakan luas, termasuk dari anggota Partai Republik sendiri. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.