Batam — Komisi XII DPR RI menyoroti lemahnya ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah, khususnya Regional MOR 2 yang meliputi Palembang.
Sorotan itu disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, saat melakukan kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) bersama PT Pertamina Patra Niaga di Batam, Kepulauan Riau.
Pada pertemuan, Bambang menyampaikan keprihatinannya setelah melihat data ketahanan stok BBM regional yang dipaparkan oleh Pertamina. Dari laporan itu, MOR 2 tercatat sebagai wilayah dengan ketersediaan BBM terendah dibandingkan regional lainnya seperti Jakarta, Medan, Balikpapan, Makassar, Surabaya, Semarang, dan Jayapura.
Ia menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius. Menurutnya, perbandingan data Desember lalu menunjukkan situasi yang sangat mengkhawatirkan. Meski terjadi sedikit perbaikan pada data terbaru, posisi MOR 2 tetap berada di peringkat paling bawah secara nasional.
Bambang pun mendorong Pertamina agar lebih fokus menangani persoalan ketahanan stok ini. Ia menegaskan bahwa langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar pasokan energi bagi masyarakat tidak terganggu.
Ketersediaan BBM dinilai semakin krusial karena Indonesia akan segera memasuki rangkaian tiga hari besar, yakni Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Menurutnya, momen tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi energi secara signifikan, sehingga kesiapan stok harus benar-benar dijaga.
Ia juga meminta Pertamina meningkatkan kualitas pelayanan, terutama di wilayah yang rawan kekurangan pasokan. Harapannya, masyarakat tidak kembali dihadapkan pada antrean panjang BBM maupun LPG 3 kilogram akibat kelangkaan.
Sebagai bentuk pengawasan lanjutan, Komisi XII berencana kembali melakukan kunjungan kerja ke Pertamina pada 12 Februari 2026 untuk memastikan persoalan ini segera mendapat solusi. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.