MENU
Stok Minyakita di Sumut Aman dan Harga Stabil, Pemprov Pastikan Distri...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Stok Minyakita di Sumut Aman dan Harga Stabil, Pemprov Pastikan Distribusi Lancar

J Editor : Jansen Siahaan | 19 May 2026 | 18:42 WIB
Stok Minyakita di Sumut Aman dan Harga Stabil, Pemprov Pastikan Distribusi Lancar
Gubernur Bobby Nasution bersama Kepala Disperindag dan ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap meninjau pasar tradisional di Kota Medan. (diskominfosumut)

Medan, Sinata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (SUmut) memastikan stok minyak goreng Minyakita dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar di seluruh wilayah. Selain itu, harga di pasaran juga mulai menunjukkan tren stabil.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut menyebutkan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Bobby Nasution untuk memastikan distribusi Minyakita tepat sasaran dan terkendali.

“Kami sudah menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkendali. Pemerintah berkomitmen hadir dalam mempercepat penyaluran Minyakita, termasuk untuk bantuan pangan,” ujar Kepala Disperindag dan ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Satgas Pangan Polda Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Perum Bulog Kanwil Sumut, ID Food (PT Rajawali Nusindo), serta produsen dan distributor Minyakita.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan maupun kenaikan harga di lapangan.

“Jika ada potensi kelangkaan atau kenaikan harga, semua pihak harus bergerak bersama, mulai dari produsen, distributor, hingga pengawas di lapangan,” jelasnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa distribusi ke wilayah kepulauan seperti Nias dan Gunungsitoli masih menghadapi tantangan, terutama terkait biaya logistik dan kondisi transportasi.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir karena stok Minyakita di gudang Bulog Sumut saat ini mencapai 100.000 liter dengan harga suplai Rp14.500 per liter.

“Kami mendorong agar distribusi tidak berhenti di tingkat tertentu. Minyakita harus sampai ke pasar-pasar pantauan sehingga benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi distribusi dari produsen hingga distributor agar tidak terjadi penumpukan maupun hambatan pasokan di lapangan.

Pemprov Sumut, lanjut Dedi, akan terus memperkuat pengawasan distribusi untuk mencegah praktik yang dapat memicu kelangkaan maupun ketidakstabilan harga.

“Ketersediaan bukan hanya soal stok, tetapi juga pemerataan distribusi. Karena itu, jadwal penyaluran harus terukur dan tidak menumpuk di satu wilayah,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Sumut akan melakukan sinkronisasi data antara pasokan Minyakita yang masuk ke Bulog dan yang tersalurkan ke pasar. Pemerintah juga menyiapkan dukungan BUMD untuk memperlancar distribusi ke daerah terpencil, khususnya wilayah kepulauan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.