Pematangsiantar, Sinata.id – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kerabat buaya purba yang hidup pada periode Trias, sekitar 215 juta tahun lalu, memiliki kemampuan berjalan dengan dua kaki layaknya dinosaurus.
Menariknya, kemampuan bipedal tersebut baru muncul saat hewan ini beranjak dewasa. Saat masih muda, reptil dari kelompok Shuvosauridae ini berjalan menggunakan empat kaki.
Spesies tersebut diduga hidup berdampingan dengan dinosaurus ornithomimid yang berkembang pada periode Trias Akhir, sekitar 255–201 juta tahun lalu.
Perubahan Gaya Berjalan Buaya Purba
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Vertebrate Paleontology pada 8 Maret 2026 menemukan proporsi tubuh yang tidak biasa dari sejumlah fosil, yang menunjukkan ciri-ciri hewan seukuran anjing kecil dapat berjalan dengan dua kaki.
Penulis utama studi dari University of Washington, Elliott Armour Smith, menjelaskan bahwa kemampuan bipedal tersebut berkaitan dengan pertumbuhan anggota tubuh yang tidak seimbang.
“Dengan menganalisis proporsi kerangka anggota tubuh berbagai hewan, kami menyimpulkan bahwa postur bipedal kemungkinan merupakan hasil dari pola pertumbuhan yang berbeda,” ujarnya.
Spesies yang diteliti adalah Sonselasuchus cedrus, salah satu anggota Shuvosauridae, kelompok kecil archosaur pseudosuchian yang memiliki postur tubuh menyerupai dinosaurus theropoda ornithomimid.
Hewan ini memiliki tinggi sekitar 63,5 sentimeter, berparuh tanpa gigi, bertulang berongga, serta memiliki rongga mata yang besar. Meski memiliki kemiripan dengan dinosaurus ornithomimid, para peneliti menilai ciri-ciri tersebut kemungkinan berevolusi secara terpisah.
Kemiripan ini diduga terjadi karena kelompok archosaur yang mencakup garis keturunan buaya dan burung berevolusi dalam ekosistem yang sama dan menempati peran ekologis serupa.
Perubahan cara berjalan dari empat kaki saat muda menjadi dua kaki saat dewasa terjadi karena perbedaan pertumbuhan anggota tubuh. Pada fase awal, tungkai depan dan belakang masih proporsional. Namun, saat dewasa, tungkai belakang tumbuh lebih panjang sehingga memungkinkan berjalan tegak.
Lokasi Penemuan Fosil
Penelitian ini dilakukan bersama tim dari Burke Museum, termasuk Profesor Christian Sidor.
Penggalian dilakukan di Petrified Forest National Park sejak 2014. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu situs fosil penting yang telah menghasilkan lebih dari 3.000 tulang dalam satu dekade terakhir.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.