Jakarta, Sinata.id —Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030.
Menteri Luar Negeri itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI yang digelar di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/4/2026) malam.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir langsung menyampaikan selamat atas terpilihnya Sugiono.
Ia juga mengapresiasi kepengurusan sebelumnya yang dinilai telah bekerja maksimal dalam memajukan pencak silat.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiono yang menjadi Ketua IPSI secara aklamasi, dan juga kepada seluruh pengurus sebelumnya yang telah bekerja luar biasa,” ujar Erick dilansir Minggu (12/04/2026).
Erick menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga akan terus mengawal pembinaan pencak silat agar mampu menembus panggung global.
Hal ini sejalan dengan visi besar menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
Menurut Erick, pencak silat memiliki modal kuat untuk mendunia.
Selain konsisten menyumbang prestasi, olahraga bela diri asli Indonesia ini juga memiliki akar budaya yang kuat dan berperan dalam pembentukan karakter bangsa.
“Saat ini sudah ada 83 perwakilan pencak silat di dunia. Ke depan, kita dorong tidak hanya event internasionalnya, tetapi juga penguatan di dalam negeri agar semakin mengakar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar pencak silat dari sisi ekonomi. Dengan sekitar 840 perguruan tersebar di Indonesia, pencak silat dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari industri olahraga dan budaya.
“Prestasi harus berjalan seiring dengan dampak ekonomi. Ini yang harus kita dorong bersama,” tambah Erick.
Erick pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperluas pengembangan pencak silat, termasuk untuk mendukung target jangka panjang menuju Olimpiade.
Sugiono menyebut amanah sebagai Ketua Umum IPSI sebagai tanggung jawab besar.
Sekjen DPP Partai Gerindra itu berkomitmen melanjutkan visi kepengurusan sebelumnya yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Sugiono, pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga instrumen penting dalam memperkuat kepercayaan diri bangsa.
“Ini adalah tanggung jawab besar, tidak hanya untuk menduniakan pencak silat, tetapi juga memperkuat jati diri bangsa melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Sugiono.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.