Seruan agar Iran menahan diri, menurutnya, “tidak dapat diterima dan hanya angan-angan.”
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah mengumumkan dimulainya gelombang serangan balasan ke Israel. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut “agresi musuh yang kriminal terhadap Republik Islam Iran.”
“Gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Eskalasi ini menandai pergeseran signifikan. Konflik yang semula berfokus pada konfrontasi langsung Iran–Israel kini berpotensi menyeret lebih dalam kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan. Dengan pangkalan strategis di Qatar dan Bahrain menjadi sasaran, risiko konflik regional yang lebih luas semakin nyata. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.