Oleh : Pdt Manser Sagala.M.Th.
Injil yang berpusat pada salib Kristus adalah inti dari seluruh berita Perjanjian Baru. Salib bukanlah sebuah kegagalan atau kebetulan sejarah, melainkan rencana agung Allah yang mutlak untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.
Ketika Alkitab berbicara tentang "Injil" (Kabar Baik), pusatnya bukanlah sekadar ajaran moral Yesus atau mukjizat-mukjizat-Nya, melainkan kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya (1 Korintus 15:3-4). Salib adalah tempat di mana kasih Allah dan keadilan Allah bertemu secara sempurna.
Berikut adalah penjelasan mengapa Injil harus berpusat pada salib Kristus, disertai dengan Firman Tuhan yang mendasarinya:
1. Salib adalah Kekuatan dan Hikmat Allah
Bagi dunia, kematian seorang pemimpin di atas kayu salib kelihatan seperti kekalahan yang memalukan. Namun bagi orang percaya, salib adalah bukti tertinggi dari kuasa dan hikmat Allah yang mengalahkan kuasa dosa dan maut.
1 Korintus 1:18 "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."
2. Salib sebagai Tempat Penebusan dan Pengampunan Dosa
Manusia telah jatuh ke dalam dosa dan upah dosa adalah maut (kematian kekal). Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan perbuatan baik. Di atas salib, Yesus mengambil posisi kita, Ia menerima murka Allah yang seharusnya dicurahkan kepada kita. Yesaya 53:5 "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
Efesus 1:7 "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya."
3. Salib Mendamaikan Manusia dengan Allah
Dosa menciptakan jurang pemisah yang tidak terjembatani antara Allah yang Kudus dan manusia yang berdosa. Salib Kristus adalah satu-satunya jembatan yang meruntuhkan tembok pemisah tersebut, sehingga kita yang dahulu adalah "musuh" Allah kini diangkat menjadi anak-anak-Nya.
Kolose 1:19-20 "Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperkesminkan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus."
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.