MENU
Taput Percepat Digitalisasi Bansos, 510 Agen Pendamping Disiapkan
WA FB
Regional

Taput Percepat Digitalisasi Bansos, 510 Agen Pendamping Disiapkan

G Editor : Gunawan Purba | 12 Jun 2026 | 12:43 WIB
Taput Percepat Digitalisasi Bansos, 510 Agen Pendamping Disiapkan
Rafles Gultom sampaikan arahan Bupati Taput pada Bimtek Percepatan Sistem Digitalisasi Bansos

Tapanuli Utara, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mulai mengakselerasi penerapan digitalisasi bantuan sosial melalui pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) dan penguatan kapasitas agen pendamping di seluruh kecamatan.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tapanuli Utara dengan meluncurkan uji coba sistem Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital).

Kegiatan sosialisasi, uji coba digitalisasi bantuan sosial, dan penguatan kapasitas agen pendamping tingkat kecamatan dilaksanakan serentak di Kantor Camat Pangaribuan dan Kantor Camat Garoga, Kamis (11/6/2026).

Arahan Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat disampaikan oleh Kepala Dinsos P3A, Rafles Regius Gultom. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Disdukcapil Tapanuli Utara Romusa Simanungkalit, Camat Pangaribuan Marhasak Simaremare, serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), dan perangkat desa.

Dalam arahannya, Bupati menyebut implementasi Perlinsos Digital menjadi langkah strategis yang menempatkan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai daerah percontohan dalam pemanfaatan teknologi untuk penyaluran bantuan sosial.

Sistem tersebut menggunakan teknologi pemindaian biometrik yang terhubung dengan basis data nasional, termasuk Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) milik Badan Pusat Statistik (BPS) dan data pendukung lainnya. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Kepala Dinsos P3A Rafles Regius Gultom menjelaskan, sebanyak 510 agen pendamping desa telah dipersiapkan untuk memberikan edukasi sekaligus mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial dirancang secara inklusif sehingga tetap dapat diakses oleh masyarakat yang belum memiliki telepon pintar berbasis Android. Selain itu, bantuan sosial yang diberikan pemerintah diharapkan dapat menjadi stimulus untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disdukcapil Tapanuli Utara Romusa Simanungkalit memberikan sosialisasi mengenai dokumen kependudukan digital serta memfasilitasi aktivasi massal Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi para agen pendamping. IKD akan menjadi salah satu instrumen utama dalam proses verifikasi data pada sistem Perlinsos Digital.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.