New York, Sinata.id – Industri musik global kembali mencatat sejarah baru. Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Taylor Swift, resmi dinobatkan sebagai musisi terkaya di dunia menurut laporan terbaru dari Forbes.
Berdasarkan laporan tersebut, kekayaan bersih Swift diperkirakan mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp31,4 triliun. Angka tersebut menempatkan pelantun lagu Anti-Hero itu di posisi ke-2.177 dalam daftar orang terkaya di dunia.
Pencapaian ini semakin menegaskan dominasi Swift di industri hiburan global, tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai figur bisnis yang berhasil mengelola karya serta basis penggemarnya secara strategis.
Masih di Bawah Elon Musk
Meski kekayaannya sangat besar untuk ukuran seorang artis, jumlah tersebut masih terpaut jauh dari miliarder teknologi Elon Musk yang hingga kini tetap memimpin daftar orang terkaya dunia dengan kekayaan lebih dari US$839 miliar.
Namun demikian, prestasi Swift tetap dianggap luar biasa karena sebagian besar kekayaannya berasal langsung dari karya musik dan aktivitas industrinya.
Dukungan Swifties Jadi Kunci
Kesuksesan finansial Swift tidak terjadi secara instan. Loyalitas penggemarnya yang dikenal dengan sebutan Swifties menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan kekayaannya.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir saja, kekayaan Swift dilaporkan meningkat sekitar US$400 juta. Pada tahun 2026, Forbes juga memasukkan namanya dalam daftar “Great Innovators of America”, sebagai bentuk apresiasi atas pengaruh besarnya dalam industri hiburan.
Majalah tersebut bahkan menyebut Swift sebagai sosok yang “tidak perlu diperkenalkan lagi”, mengingat pengaruh globalnya yang sangat besar.
Tiga Faktor Utama Sumber Kekayaan Swift
Ada beberapa faktor strategis yang mendorong pertumbuhan kekayaan Taylor Swift secara signifikan.
Performa Katalog Musik
Lagu-lagu lama Swift tetap populer dan terus diputar secara masif di berbagai platform streaming digital. Hal ini menghasilkan pendapatan royalti yang stabil dan berkelanjutan.
Rekaman Ulang Album (Taylor’s Version)
Keputusan Swift untuk merekam ulang enam album pertamanya melalui proyek Taylor’s Version memberikan kendali penuh atas hak cipta dan pendapatan dari karya-karya tersebut.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.