Gresik, Sinata.id – Jawa Timur – Mekanisme baru penyaluran pupuk subsidi bagi pembudidaya ikan kini lebih praktis. Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menyatakan sistem berbasis satu data KTP dinilai mempermudah petambak tanpa membebani mereka dengan syarat administratif yang rumit.
Firman menjelaskan, saat meninjau langsung koperasi penyalur pupuk, ia melihat bahwa penebusan kini cukup menggunakan KTP saja. Prosedur ini dinilai lebih efektif dan transparan.
“Kami melihat sistem ini sudah tepat dan membantu. Mengingat distribusi pupuk subsidi sektor perikanan kini dikelola langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, penting agar mekanisme sederhana ini tetap dipertahankan tanpa menambah aturan yang memberatkan,” ujar Firman usai Kunjungan Kerja Reses Komisi IV di Manyar, Gresik, Senin (23/02/2026).
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, pemerintah kembali mengalokasikan pupuk subsidi untuk sektor perikanan budidaya, setelah sebelumnya tidak termasuk penerima manfaat. Secara nasional, alokasi pupuk subsidi mencapai sekitar 295 ribu ton, diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas tambak.
Meski demikian, Firman menyoroti kendala teknis, terutama di daerah dengan akses sinyal terbatas. Sistem digital penebusan membuat sebagian petambak harus bepergian ke desa lain, sehingga menimbulkan biaya transportasi tambahan.
Untuk itu, ia mendorong distribusi pupuk diperkuat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi lokal, termasuk Koperasi Merah Putih. Dengan model ini, petambak dapat menebus pupuk di tingkat desa, sementara koperasi yang mengatur pengambilan dari distributor.
“Subsidi harus benar-benar mempermudah, bukan menambah beban biaya. Distributor pun bisa membantu mendistribusikan pupuk sampai ke koperasi desa jika diperlukan,” tegas politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Firman menambahkan, sektor budidaya perikanan memiliki potensi ekonomi besar. Produksi perikanan budidaya nasional saat ini jauh melampaui perikanan tangkap, sehingga pengembangan tambak menjadi prioritas dalam kebijakan pangan nasional. Gresik sendiri tercatat sebagai salah satu sentra tambak utama di Jawa Timur, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi bandeng dan udang.
Para petambak menyambut baik alokasi pupuk subsidi, terutama jenis urea, karena mampu meningkatkan kesuburan tambak dan hasil produksi. Namun, Firman mengingatkan pentingnya keseimbangan antara peningkatan produksi dan penyerapan pasar.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.