Jakarta, Sinata.id – Deteksi dini menjadi faktor krusial dalam meningkatkan keberhasilan penanganan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Namun, dalam praktiknya, banyak kasus baru teridentifikasi saat telah memasuki tahap lanjut sehingga membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Kondisi ini tidak terlepas dari keterbatasan akses terhadap teknologi medis canggih yang mampu mendeteksi penyakit sejak dini. Padahal, perkembangan teknologi kedokteran saat ini telah menghadirkan solusi yang lebih akurat dan komprehensif.
Salah satu terobosan di dunia medis adalah penggunaan PET CT Scan dan SPECT CT Scan. Kedua teknologi ini merupakan bagian dari kedokteran nuklir yang mampu mendeteksi fungsi serta aktivitas sel di dalam tubuh secara lebih detail.
Menurut dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, kedua teknologi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi meskipun bekerja dengan prinsip berbeda.
“Keduanya saling melengkapi. PET CT Scan umumnya digunakan dalam bidang onkologi untuk menilai metabolisme gula pada sel jinak maupun ganas, sedangkan SPECT CT Scan digunakan untuk mengevaluasi fungsi berbagai organ. Keduanya bertujuan menegakkan diagnosis yang lebih akurat,” ujarnya seperti dilansir Kamis (26/3/2026).
Perbedaan Fungsi PET CT Scan dan SPECT CT Scan
PET CT Scan dikenal sebagai metode yang berfokus pada aktivitas metabolisme sel. Teknologi ini sangat efektif untuk mendeteksi keberadaan sel kanker aktif, menentukan stadium penyakit, memantau penyebaran kanker, dan mengevaluasi respons terhadap terapi.
Pemeriksaan ini banyak digunakan pada berbagai jenis kanker seperti paru-paru, payudara, tiroid, kolorektal, hati, hingga kanker pada sistem reproduksi serta kepala dan leher. Selain itu, PET CT Scan juga berperan dalam evaluasi pasca terapi dan pemantauan jangka panjang.
Sementara itu, SPECT CT Scan memiliki pendekatan berbeda dengan fokus pada fungsi organ dan jaringan. Teknologi ini mampu menilai fungsi organ secara spesifik, membedakan kondisi normal dan tidak normal, membantu diagnosis berbagai penyakit non-kanker.
SPECT CT Scan digunakan untuk mengevaluasi penyakit jantung, gangguan otak, paru-paru, ginjal, hingga tulang. Teknologi ini juga dimanfaatkan untuk memantau terapi, seperti pengobatan yodium radioaktif, serta mendeteksi penyebaran kanker ke tulang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.