MENU
Ternyata Bumi Pernah Hampir Membeku Sepenuhnya
WA FB
News

Ternyata Bumi Pernah Hampir Membeku Sepenuhnya

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Sep 2025 | 08:05 WIB
Ternyata Bumi Pernah Hampir Membeku Sepenuhnya
Ilustrasi.

Sinata.id - Bayangkan suatu hari, seluruh permukaan planet kita tertutup es tebal. Samudra-samudra membeku, benua-benua menjadi gurun es tanpa akhir, dan langit biru berubah menjadi kanvas putih membisu. Sulit dipercaya, tetapi para ilmuwan menemukan bukti kuat bahwa bumi pernah hampir membeku sepenuhnya miliaran tahun lalu.

Fenomena ini dikenal dengan nama “Snowball Earth”, dan kisahnya bagaikan thriller kosmik tentang bagaimana kehidupan nyaris lenyap… namun justru bertahan dan berevolusi.

Jejak Beku di Batuan Kuno

Penemuan ini bukan sekadar dongeng. Ahli geologi menemukan lapisan batuan yang hanya bisa terbentuk di iklim glasial ekstrem, tetapi lokasinya kini berada di dekat ekuator. Potongan-potongan bukti itu ditemukan di Afrika, Australia, hingga Kanada.

Mereka menemukan endapan glasial purba yang usianya diperkirakan sekitar 720–635 juta tahun lalu.

Fakta ini memunculkan pertanyaan: jika batuan tropis saja menyimpan jejak es, seberapa parah pendinginan itu? Jawabannya mengejutkan—bumi pernah hampir membeku dari kutub ke kutub.

Atmosfer yang Mengkhianati Kehidupan

Para ilmuwan menduga beberapa faktor bekerja bersama untuk mendorong pendinginan ekstrem ini. Salah satunya adalah penurunan kadar gas rumah kaca, terutama karbon dioksida.

Pada masa Neoproterozoikum, aktivitas tektonik memicu pelapukan batuan besar-besaran, menyerap CO₂ dari atmosfer.

Dengan lebih sedikit gas rumah kaca, panas Matahari memantul kembali ke luar angkasa.

Ditambah perubahan albedo—permukaan es memantulkan lebih banyak cahaya—pendinginan menjadi lingkaran setan. Bumi kehilangan kemampuan menyimpan panas, dan pendinginan tak terbendung.

Dunia yang Membeku Total

Visualisasikan dunia yang seluruh samudranya tertutup lapisan es setebal beberapa ratus meter. Gunung-gunung besar menjulang di bawah selimut putih, dan cahaya Matahari yang redup hanya memantul dingin di cakrawala.

Tak ada ombak, tak ada hujan, hanya badai salju global yang abadi.

Di bawah permukaan laut beku, mungkin ada kantong-kantong air asin yang tetap cair, memberi perlindungan bagi mikroorganisme.

Namun di permukaan, hampir semua bentuk kehidupan multiseluler tak mungkin bertahan. Bumi pernah hampir membeku dan menjadi bola salju kosmik.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.