MENU
Trump Ancam Hentikan Semua Perdagangan dengan Spanyol Usai Penolakan P...
WA FB
Dunia

Trump Ancam Hentikan Semua Perdagangan dengan Spanyol Usai Penolakan Pangkalan Militer

R Editor : Redaksi Sinata | 04 Mar 2026 | 16:54 WIB
Trump Ancam Hentikan Semua Perdagangan dengan Spanyol Usai Penolakan Pangkalan Militer
Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus total hubungan dagang dengan Spanyol setelah Madrid menolak izin penggunaan pangkalan militer untuk operasi terkait konflik Iran. (Ist)

Washington DC, Sinata.id – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa memuncak tajam berujung ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Presiden Donald J. Trump mengejutkan dunia dengan mengumumkan niatnya memutus hubungan perdagangan sepenuhnya dengan Spanyol, setelah Madrid secara tegas menolak memberikan akses pangkalan militernya untuk operasi militer yang terkait dengan konflik di Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump dalam sebuah pertemuan dengan Kanselir Jerman di Gedung Putih, Selasa (3/3/2026).

Dalam pernyataannya kepada awak media, Trump menyatakan, “Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan lagi dengan Spanyol,” menunjukan eskalasi drastis dalam hubungan kedua negara yang selama ini tercatat sebagai sekutu dalam NATO.

Pemicu krisis ini bermula ketika pemerintah Spanyol menolak mengizinkan penggunaan pangkalan militer di wilayahnya, seperti pangkalan udara Rota dan Morón, untuk mendukung operasi yang ditujukan terhadap Iran, yang kini menjadi poros konflik internasional terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Keputusan itu dilatarbelakangi oleh komitmen Madrid terhadap hukum internasional dan kekhawatiran eskalasi perang.

Menlu Spanyol José Manuel Albares secara terbuka menegaskan bahwa fasilitas militer di bawah kedaulatan negaranya “tidak akan digunakan untuk apa pun yang tidak sesuai dengan perjanjian bilateral dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Pernyataan ini menjadi penegas sikap tegas Madrid terhadap tekanan Washington.

Pemerintah Spanyol menyikapi ancaman Trump dengan tegas namun diplomatis, menyerukan bahwa segala perselisihan dagang harus ditangani sesuai hukum internasional dan perjanjian yang mengikat antara Uni Eropa dan Amerika Serikat, bukan melalui intimidasi atau ultimatum sepihak.

Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang hadir dalam pertemuan itu, juga mengimbau agar kedua negara mempertimbangkan dampak geopolitik jangka panjang dari langkah drastis tersebut, terutama di tengah hubungan transatlantik yang selama ini menjadi tulang punggung keamanan dan perdagangan global.

Meski Trump tampak yakin dengan kewenangan presiden untuk menerapkan embargo, para analis internasional menilai pelaksanaannya tidaklah sederhana, terutama karena Spanyol adalah bagian dari Uni Eropa, blok ekonomi yang memiliki perjanjian dagang kolektif dengan AS. Ini berarti keputusan Trump bisa berimplikasi jauh lebih luas daripada sekadar hubungan bilateral AS-Spanyol.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.