MENU
Trump Kesal Ditanya Soal Dugaan Bantuan Rusia kepada Iran dalam Konfli...
WA FB
Dunia

Trump Kesal Ditanya Soal Dugaan Bantuan Rusia kepada Iran dalam Konflik Timur Tengah

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Mar 2026 | 18:56 WIB
Trump Kesal Ditanya Soal Dugaan Bantuan Rusia kepada Iran dalam Konflik Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (istimewa)

Ia menegaskan bahwa terlepas dari benar atau tidaknya laporan tersebut, operasi militer AS terhadap Iran tetap berjalan sesuai rencana.

AS Klaim Operasi Militer Terhadap Iran Berjalan Sesuai Target

Menurut Leavitt, militer AS telah mencatat sejumlah keberhasilan dalam operasi yang berlangsung.

Ia menyebut hampir 30 kapal militer Iran telah dihancurkan, sehingga kemampuan tempur angkatan laut negara tersebut dinilai melemah secara signifikan.

Selain itu, serangan balasan rudal balistik Iran terhadap AS dan sekutunya di kawasan Teluk juga disebut mengalami penurunan drastis.

“Serangan balasan rudal balistik terhadap AS dan mitra kami di kawasan telah turun sekitar 90 persen,” ujarnya.

Leavitt menegaskan bahwa operasi militer AS akan terus berlanjut hingga seluruh target operasi tercapai.

Militer AS Klaim Punya Intelijen Terbaik

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa militer Amerika terus memantau berbagai ancaman intelijen yang berkaitan dengan konflik dengan Iran.

Ia menegaskan bahwa para komandan militer memiliki akses terhadap informasi intelijen yang sangat lengkap.

“Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami mengetahui siapa yang berbicara dengan siapa, mengapa mereka berkomunikasi, serta seberapa akurat informasi tersebut,” ujarnya.

Hegseth juga menyinggung hubungan diplomatik Trump dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menurutnya memiliki dinamika tersendiri dalam diplomasi internasional.

Ketegangan antara AS dan Iran disebut semakin meluas. Selain serangan militer Amerika terhadap target Iran, Teheran juga melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Salah satu serangan yang dilaporkan terjadi di pangkalan militer di Kuwait yang menewaskan enam tentara AS.

Trump sendiri mengakui bahwa kemungkinan serangan balasan juga bisa terjadi di wilayah AS.

“Kami memikirkannya sepanjang waktu dan merencanakannya. Dalam perang, kemungkinan korban selalu ada,” kata Trump dalam wawancara dengan majalah TIME. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.