MENU
Trump Minta Sekutu Kirim Pasukan ke Hormuz, Negara Eropa dan Asia Just...
WA FB
Dunia

Trump Minta Sekutu Kirim Pasukan ke Hormuz, Negara Eropa dan Asia Justru Menjauh

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Mar 2026 | 19:47 WIB
Trump Minta Sekutu Kirim Pasukan ke Hormuz, Negara Eropa dan Asia Justru Menjauh
Donald Trump. (Ist)

Washington, Sinata.id — Upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump membangun koalisi militer internasional untuk mengamankan Selat Hormuz menghadapi hambatan serius. Alih-alih mendapat dukungan luas, sejumlah sekutu utama Washington di Eropa dan Asia justru memilih bersikap hati-hati bahkan menolak terlibat dalam operasi militer tersebut.

Gedung Putih sebelumnya meminta sejumlah negara sahabat untuk mengirim kapal perang atau dukungan militer guna membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang kini terganggu akibat konflik dengan Ali Khamenei dan pemerintah Iran. Namun respons dari sekutu Amerika tidak secepat yang diharapkan.

Beberapa negara Eropa seperti Jerman, Italia, dan Spanyol disebut tidak bersedia langsung mengirimkan kekuatan militer. Mereka khawatir keterlibatan militer dapat memperluas konflik dan menyeret kawasan ke perang yang lebih besar.

Penolakan ini menjadi sinyal bahwa hubungan militer antara Washington dan sejumlah sekutunya sedang menghadapi ujian berat. Para pemimpin Eropa menilai operasi militer di kawasan Teluk harus memiliki tujuan strategis yang jelas sebelum mereka memutuskan ikut terlibat.

Beberapa negara bahkan menegaskan bahwa pakta militer NATO tidak seharusnya terseret dalam operasi ofensif di Timur Tengah.

“Aliansi pertahanan seperti NATO tidak dirancang untuk misi intervensi semacam ini,” kata salah satu pejabat Eropa yang dikutip media internasional, dikutip Selasa (17/3/2026).

Selain Eropa, sejumlah negara Asia juga belum memberikan komitmen. Jepang dan Korea Selatan masih menimbang aspek hukum dan risiko politik domestik sebelum memutuskan apakah akan mengirim kapal perang ke kawasan tersebut.

Permintaan Trump muncul setelah krisis keamanan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran besar di pasar energi global. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.

Sekitar 20% perdagangan minyak global biasanya melintas melalui selat tersebut setiap hari, menjadikannya titik strategis bagi stabilitas energi dunia.

Gangguan di jalur ini membuat banyak kapal tanker menghindari kawasan tersebut, memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketegangan geopolitik global.

Dalam berbagai pernyataan publik, Trump menegaskan bahwa negara-negara yang bergantung pada minyak Timur Tengah seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.