“Kami siap bernegosiasi, tetapi juga siap menggunakan kekuatan militer,” ujarnya.
Terkait kondisi di Selat Hormuz, Araghchi menjelaskan bahwa wilayah tersebut berada dalam kendali Iran dan Oman, sehingga kebijakan penutupan jalur pelayaran merupakan langkah strategis dalam situasi perang.
Ia menambahkan bahwa sejumlah kapal internasional memilih menghindari jalur tersebut karena faktor keamanan dan tingginya biaya asuransi.
Ancaman Operasi Darat
Menanggapi kemungkinan operasi darat oleh AS, Araghchi menyatakan bahwa Iran tidak merasa terancam.
“Kami siap menghadapi segala bentuk serangan, termasuk perang darat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Iran belum memberikan tanggapan atas proposal 15 poin yang diajukan oleh AS, termasuk terkait pembatasan misil dan komitmen nuklir.
Hingga kini, Iran tetap bersikeras hanya akan menerima penghentian total serangan di kawasan, bukan sekadar gencatan senjata sementara.
Situasi ini terus menimbulkan kekhawatiran global, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.