MENU
Trump Segera Tentukan Arah Dukungan Militer ke Taiwan
WA FB
Dunia

Trump Segera Tentukan Arah Dukungan Militer ke Taiwan

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Feb 2026 | 17:54 WIB
Trump Segera Tentukan Arah Dukungan Militer ke Taiwan
Keputusan Trump soal senjata ke Taiwan dinilai akan memengaruhi stabilitas kawasan Asia-Pasifik dan hubungan Washington–Beijing. (Ist)

Washington D.C., Sinata.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa keputusan penting terkait penjualan senjata ke Taiwan akan segera diambil, menandai potensi babak baru dalam hubungan AS–China yang selama ini penuh ketegangan.

Pengumuman itu disampaikan Trump ketika berada di Air Force One dalam perjalanan menuju Joint Base Andrews, Maryland, Senin (16/2/2026). Pernyataan ini menunjukkan bahwa isu militer Taiwan kembali menjadi fokus kebijakan luar negeri Washington dalam beberapa minggu terakhir.

Trump: “Keputusan Akan Datang Segera”

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping mengenai kemungkinan penjualan lebih banyak persenjataan ke Taiwan, meskipun ia tidak merinci jenis atau jumlah senjata yang akan disetujui. “Kami berbicara mengenai Taiwan dan saya akan membuat keputusan itu cukup segera,” ujar Trump.

Menurut Trump, hubungan antara AS dan China tetap kuat, tetapi isu Taiwan memerlukan penanganan yang hati-hati karena memengaruhi stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan komitmen AS terhadap sekutu demokratisnya di Asia.

Isu penjualan senjata ini muncul di tengah gejolak yang meningkat di Selat Taiwan, di mana China terus menegaskan klaimnya atas pulau yang dikelola pemerintahan sendiri tersebut. Beijing telah menggelar latihan militer besar-besaran dan sering mengirim pesawat tempur serta kapal perang mendekati wilayah udara dan perairan Taiwan.

Sebelumnya pada akhir tahun lalu, pemerintahan Trump telah mengumumkan paket penjualan senjata untuk Taiwan senilai lebih dari US$11 miliar, termasuk sistem artileri HIMARS, howitzer, serta pesawat tanpa awak ofensif — paket terbesar yang pernah disetujui untuk Taipei dalam sejarah modern hubungan militer AS–Taiwan.

Langkah ini memicu kecaman keras dari pemerintah China, yang menyebut keputusan itu sebagai pelanggaran prinsip One China dan ancaman langsung terhadap stabilitas regional.

Dalam pembicaraan telepon antara Trump dan Xi awal bulan ini, pemimpin China menekankan bahwa soal Taiwan adalah “isu paling sensitif” hubungan bilateral dan menyerukan agar Washington berhati-hati dalam kebijakan persenjataan terhadap pulau tersebut. Pernyataan Xi ini disampaikan melalui media pemerintah China dan mendapat liputan luas.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.